Dari kiri: Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto dan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga menunjukan salah satu bukti TPPO. Foto: BX/jkf

Batamxinwen, Batam – Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri bongkar kasus perdagangan orang di Komplek Vila Garden No 68 A, Kelurahan Kapling, Kabupaten Karimun. Seorang mucikari bernama Akui alias papi Awi dan seorang perekrut calon korban berinisial BP alias Valen serta 31 gadis yang menjadi korban diamankan.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, 31 gadis yang diamankan tersebut dieksploitasi secara seksual dan ekonomi oleh papi Awi.

“Eksploitasi ekonominya terjadi ketika penghasilan para korban dibagi dua dengan pelaku. Sementara Eksploitasi seksualnya ketika para korban disuruh melayani tamunya,” kata Kombes Erlangga saat merilis ungkaoan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) itu di Mapolda Kepri, Senin (9/9).

Kedua tersangka TPPO, BP alias Valen dan Akui alias papi Awi saat dividing polisi. Foto: BX/jkf

Gadis-gadis yang menjadi korban perdagangan orang ini rata-rata berusia 20 tahun. Dalam melayani laki-laki hidung belang gadis-gadis itu dipatok tarif dari Rp 600 ribu – Rp 1,5 juta. Mereka direkrut dari berbagai kota seperti Palembang, Bogor, Jakarta, Bandung dan Lampung.

Dijelaskan Wadir Direskrimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto, penggerbekan terhadap rumah bordir di Karimun itu dilakukan pada Kamis 6 September lalu.

“Lalu kita lakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku yang bertugas perekrut korbannya berinisial BP alias Valen,” ujar AKBP Ari Darmanto pada wartawan.

Menurut AKBP Ari Darmanto, dalam menjalankan aksinya, Valen sebagai perekrut calon korbannya, menyebarkan iklan lowongan kerja sebagai pemandu lagu dan terapis spa di media sosial dengan mencantumkan nomor teleponnya.

“Setelah dihubungi calon korbannya, pelaku kemudian menawarkan korbannya untuk menjadi PSK dengan iming-iming penghasilan besar hingga bisa membeli rumah dan Mobil,” ujarnya.

Selain para korban dan kedua pelaku TPPO yang sudah berstatus tersangka itu, polisi juga berhasil mengamankan uang Rp 15 juta sebagai barang bukti. Keduanya dijerat dengan Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangan Orang. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here