Sejumlah pedagang Pasar Induk Jodoh yang menolak rencana revitalisasi Pemerintah Kota Bata berkumpul hendak membuka lapak dagangannya kembali di lokasi bekas penggusuran, Senin (2/12). Foto : Bintang/ BX

Batamxinwen, Batam – Dilema antara para pedagang terkait wacana revitalisasi Pasar Induk Jodoh, oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam semakin terlihat pasca dua kali aksi unjuk rasa penolakan. Mereka yang biasa kompak, kini seolah terpecah.

Buktinya dapat terlihat di kawasan penggusuran tersebut, Senin (2/12), dimana tampak beberapa orang menggunakan T-shirt Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) yang biasa berunjuk rasa menolak, kini malah memasang spanduk yang berisikan dukungan terhadap rencana revitalisasi.

Selain itu, tepat di sepanjang pagar lokasi kios sementara yang dikelola oleh pihak swasta, terlihat beberapa pedagang berkumpul dan mulai membuka lapak dagangannya, di lokasi pembongkaran yang sudah rata oleh tanah.

Sekretaris DPD APKLI Kota Batam, Susi dari pihak yang menolak wacana revitalisasi menyatakan pihaknya menghormati setiap pendapat walaupun hal tersebut datang dari pihak APKLI tandingan yang mendukung wacana Pemko Batam.

“Secara pribadi para pedagang yang bergabung di DPD APKLI Kota Batam mendukung wacana revitalisasi. Penolakan yang terjadi hingga saat ini, lebih dikarenakan tindakan tidak manusiawi dan cacat prosedural yang dilakukan oleh tim terpadu,” ujarnya.

Kata dia penolakan yang dimaksud yaitu saat penggusuran, dimana pihak Pemko memakai data pedagang pada tahun 2017. Dan data itu menurutnya sudah usang dan tidak layak lagi menjadi acuan tim terpadu mendata pedagang yang akan direlokasi.

“Iya, yang sudah usang itu saja sebenarnya sudah melanggar aturan, belum lagi cara yang seperti menganggap kami para pedagang seperti binatang,” lantangnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga meyayangkan tindakan dari APKLI tandingan yang mendukung wacana Pemko Batam. Dimana secara tegas pihaknya mempertanyakan mengenai tujuan, serta keanggotaaan dari asosiasi tersebut.

“Tapi kami patut pertanyakan, itu pedagang yang mana? Apakah benar semua anggotanya pedagang?,” tanyanya.

Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Batam, Farizal Joker membantah adanya sebutan mengenai APKLI gadungan yang dilontarkan oleh para pedagang yang menolak rencana revitalisasi Pasar Induk Jodoh oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Ini adalah aksi sah yang dilakukan oleh APKLI terkait pasar induk, kami tidak ingin ditunggangi oleh siapapun. Karena kami juga tidak memiliki dana untuk membayar siapapun, baik itu dari LSM maupun orang berkepentingan lainnya,” tegasnya saat ditemui di kawasan Pasar Induk Jodoh. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here