BatamXinwen, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan program imunisasi vaksinasi measles rubella (MR) tidak boleh berhenti demi kepentingan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana sebagaimana dilansir antara di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tersebut, harus tetap berjalan hingga akhir September 2018, tidak boleh dikalahkan dengan imbauan.

“Vaksin ini untuk mencegah mssyarakat dari penyakit campak dan rubella, dan sudah berlabel BPOM, sudah sesuai dengan fatwah MUI tahun 2016. Yang sekarang dihebohkan itu, bukan fatwah MUI, melainkan imbauan MUI kepada pemerintah,” kata Tjejep.

Tjetjep mengemukakan, pelaksanaan imunisasi vaksin MR hari ini berjalan lancar. Seluruh wali kota dan bupati di Kepri mencanangkan program tersebut di sekolah sejak tadi pagi.

“Wali kota dan bupati di Kepri mendukung program ini. Tidak ada orang tua siswa yang melarang anak-anaknya diimunisasi,” katanya.

Tjetjep mengemukakan, imunisasi vaksin MR dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat, dan memastikan kandungan vaksin MR yang disuntikan kepada para siswa SD dan SMP itu tidak mengandung zat yang membahayakan.

“Pasti halal, tidak mungkin kandungannya haram,” tegasnya.

Ia mengatakan, imunisasi vaksin MR dicanangkan pertama kali oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun di SDN 1 Sagulung, Batam. Lebih dari 700 siswa SD tersebut disuntik vaksin MR.

“Ini salah satu upaya kita untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sejak kecil,” katanya.

Tjetjep menjelaskan, vaksin MR diberikan kepada masyarakat mulai berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

Siswa usia sekolah diberikan di sekolah mulai hari ini hingga 30 Agustus 2018, sedangkan bayi hingga anak-anak yang belum atau tidak bersekolah dapat disuntik vaksin MR di pos imunisasi dan posyandu.

Jumlah pos imunisasi atau posyandu yang dilibatkan sebanyak 4.635 unit, dengan tenaga vaksinator sebanyak 3.389 orang, tenaga supervisor sebanyak 396 orang.

“Kami menargetkan 95 persen dari 608.124 anak (data pemerintah pusat) disuntik vaksin MR,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here