BatamXinwen, Batam – Puluhan karyawan PT.Nagano Drilube Indonesia, Mukakuning, nasibnya kini terkatung-katung tanpa kepastian, pasca ditinggal kabur oleh management Perusahaan Pemodal Asing (PMA).

Kasus kaburnya pemilik Prusahaan Tersebut menambah deretan kasus perusahaan asing, yang kabur meninggalkan para pekerjanya di Batam.

Sekjen federasi sarikat pekerja metal Indonesia (FSPMI) Batam, Andi Kaputra saat dihubungi menyampaikan, Para pekerja sendiri telah menyadari kaburnya pimpinan perusahaan tersebut, dikarenkan pembayaran gaji yang tertunda.

“Sebenarnya Direktur sudah kabur sejak bulan lalu. Otomatis gaji puluhan karyawan sejak bulan Agustus tidak dibayarkan oleh perusahaan, menagement juga sudah menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak bisa membayarkan gaji, karena tidak adanya transfer yang dilakukan oleh Direktur,” ujarnya, Rabu (12/09).

Selain itu, Ia menjelaskan bahwa terkait Direktur PT Nagano Drilube Indonesia atas nama Fukataka San, Pihaknya juga telah melakukan pengecekan, di lokasi tempat tinggal sementara di kawasan Batam Center sudah tidak ada sejak satu bulan lalu.

“Dia kabur dengan bawa badan saja, sementara seluruh aset masih berada di lokasi, akan kami perjuangkan hak para karyawan melalui Instansi terkait,” tambahnya.

Semntara itu, salah satu karyawan Arisman menilai, sekitar 80 orang pekerja yang saat ini Hanya bisa pasrah, beberapa diantaranya masih menunggu kepastian mengenai nasib mereka dilokasi pabrik.

“Iya benar dia kabur kembali ke Jepang, kami karyawan juga sudah lakukan pengecekan, kalau seperti ini sama saja dengan kerja bakti tanpa gaji,” ucapnya kesal.

Ia juga mengungkapkan, Saat ini para pekerja hanya dapat berharap agar Pemerintah Daerah segera bertindak serta memberikan solusi, terkait nasib para pekerja.

“pekerja ada yang 15 tahun bekerja di perusahaan ini. Tidak bisa begini saja dong, main kabur saja tanpa solusi,” ungkapnya.(pca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here