Komisioner Bawaslu Batam, Bosar Hasibuan (baju putih) saat membuat laporan dugaan pemukulan yang dilakukan Saparudin Muda, di SPK Polresta Barelang, foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Komisioner Bawaslu Kota Batam, Bosar Hasibuan, mendatangi Polresta Barelang, melaporkan tindakan penganiayan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Saparudin Muda, Panglima Pemuda Tempatan (Perpat), Senin (20/05) malam.

Bosar datang didampingi Komisioner Bidang Hukum Bawaslu, Mangihut Rajagukguk, dan puluhan simpatisan yang menunggunya membuat laporan, di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Barelang.

Bosar mengatakan, laporan ini dibuatnya lantaran tidak terima atas tindakan penamparan yang dilakukan oleh Saparudin Muda terhadap dirinya di Kantor Bawaslu Kota Batam Sore kemarin.

Dijelaskan oleh Bosar, kejadian bermula saat dirinya selesai shalat ashar dan kembali ke kantor Bawaslu Batam lalu melihat puluhan orang sudah berkumpul di kantornya.

“Setibanya dikantor, massa yang dipimpin oleh Saparudin Muda sudah berkumpul, saya hampiri dan saya salami mereka,” ujar Bosar

Dikatakan oleh Bosar, kedatangan Saparudin Muda, untuk mempertanyakan kelanjutan penindakan dugaan kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Nyangnyang Haris Pratamura dari Partai Gerindra.

“Saparudin datang menanyakan kelanjutan kasus video money politic yang viral beberapa waktu lalu. Disitu ia menuding Bawaslu tidak merespon kasus tersebut secara serius,” jelasnya

Menurutnya, dirinya sudah berusaha menjelaskan, bahwa dalam memutuskan pelanggaran pemilu pihaknya tidak sendirian, tapi melibatkan Sentra Gakkumdu, Kejaksaan dan Kepolisian.

Namun Saparudin Muda tetap tidak terima, dan ia mengancam dengan mengatakan, kalau nanti habis lebaran masih tidak ada juga kejelasan atas kasus video viral tersebut, maka Bawaslu akan ia ratakan.

Sontak mendengar pernyataan Saparudin Muda tersebut, Bosar menanyakan maksudnya dari perkataanya itu. Namun bukan jawaban yang ia dapat melainkan tamparan di pipi kanan.

“Saya tanyakan maksudnya apa? Saparudin. malah berteriak. Tidak senang kau ya? Katanya kepada saya,” jelas Bosar

Lebih jauh Bosar mengatakan, setelah mendengar teriakan Saparudin, anggotanya yang berada di dekat dia langsung berusaha mengejar Bosar hingga ke lantai dua kantor bawaslu. Namun untungnya ia telah sampai di lantai tiga, dan mereda setelah dicegah oleh pihak kepolisian yang berjaga di sana.

Akibat dikejar oleh massa, Bosar mengaku mengalami trauma secara psikis dan sempat sempoyongan saat dikejar sampai ke lantai dua kantor bawaslu.

“Saya tidak terima, dan ketika dikejar itu secara psikis saya trauma. Saya sempoyongan karena dikejar sampai ke lantai 2,” ujarnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here