Batamxinwen, Batam – Peristiwa perkelahian di Simpang Kampung Tua Bagan, Minggu (7/2/2021) atau di dekat area Spillway Waduk Duriangkang, pada pukul 03.00 WIB mengakibatkan salah satu pagawai Ditpam BP Batam, Irwan meninggal dunia setelah ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK).

Selain Irwan terdapat dua orang korban lainnya yang menjadi korban atas perkelahian tersebut yakni, Agus (Warga Teluk Lengung) dan Syaiful (Petugas penjaga bendungan Waduk Duriankang).

Mendapatkan informasi tersebut, redaksi Batamxinwen.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Kanitresrim Polsek Sei. Beduk, Ipda Budi Santoso melalui sambungan telepon, Minggu (7/2/2021) sekitar pukul 13.30 WIB.

Budi membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa tersebut, namun saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh jajaran Satreskrim Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Iya benar, tapi saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh Satreskrim Polresta Barelang. Kita sudah serahkan data-datanya ke Polres,” ujarnya.

Sementara itu, redaksi Batamxinwen.com juga mendatangi tempat pemakaman korban di Kampung Tua Bagan, Minggu (7/2/2021) sore pada pukul 15.00 WIB

Salah satu warga Kampung Bagan, Adi mengatakan, sebelum persitiwa tersebut terjadi keenam orang tersebut sempat menghadiri acara pesta pernikahan di Kampung Tua Bagan, setelah selesai mengikuti pesta tersebut, keenam orang tersebut lanjut nongkrong di depan Kantor Camat Sei. Beduk

“Jadi semalam itu ada acara di Kampung Bagan pesta nikahan, habis dari pesta nikahan itu mereka saya nampak lagi nongkrong di depan Kantor Camat Sei. Beduk sekitar pukul 02.00 WIB pada saat itu saya mau ke Tiban.

“Sesampainya saya di Tiban tiba-tiba si Roma (salah satu orang dari ke enam orang yang nongkrong di Kantor Camat Sei. Beduk) telepon saya dia bilang kalau Agus dan kawan-kawannya itu ditikam orang dan satu orang meninggal namanya Irwan,” ujarnya ketika dijumpai di tempat pemakaman Kampung Bagan.

Lanjut kata dia, mendengar kabar tersebut dirinya sempat tidak percaya karena beberapa saat lalu dirinya sempat bertegur sapa dengan keenam orang tersebut.

“Pertamanya saya tidak percaya karena pada saat itu pas saya lewat mereka masih ketawa-ketawa di depan Kantor Camat itu. Pas saya tanya lagi ke temannya yang lain ternyata informasi tersebut benar adanya,” ungkapnya

Selanjutnya, ia juga menjelaskan bahwasannya 2 dari 3 pelaku penikaman tersebut telah berhasil diamankan oleh aparat Kepolisian.

“Sejauh ini informasi yang kami ketahui selaku waga Kampung Tua Bagan bahwasannya 2 orang dari 3 pelaku ini telah berhasil diamankan, sedangkan 1 orang lagi yang pelaku penikaman tersebut masih belum tahu keberadaannya,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai pemicu perkelahian tersebut sehingga mengakibatkan penikaman, Adi mengaku kronologis insiden tersebut masih simpang siur yang diketahui oleh para Kampung Tua Bagan.

“Untuk kronologis kejadian tersebut, informasinya masih simpang siur bang, kata warga keenam orang itu yang awalnya melakukan pengejaran terhadap pelaku gara-gara di plototi pada saat mereka nongrong. Merasa tak puas hati makanya mereka kejar dan pada saat itu ketiga pelaku ini sudah lari dan tak berselang lama mereka ini balik lagi. Disitulah mungkin mereka membawa senjata tajam dan melakukan penikaman,” bebernya.

Setelah itu, redaksi Batamxinwen mendatangi kantor Satreskrim Polresta Barelang guna mendapatkan informasi lebih rinci mengenai insiden tersebut.

Setiba di Kantor Satreskrim Polresta Barelang, di Unit I Judisila Satreskrim Polresta Barelang tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang mengenai insiden tersebut.

Ketika ditanyai, Kanit I Judisila Satreskrim Polresta, Iptu Pandu mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan untuk lebih rinci dan dirinya juga menyarankan untuk menunggu hasil pemeriksaan pihaknya atau melakukan konfirmasi kepada Kapolresta Barelang atau Kasatreskrim Polresta Barelang.

“Saat ini kita tengah melakukan pemeriksaan, untuk lebih lanjutnya nanti silahkan konfirmasi ke Kapolres atau Kasat ya, karena kami belum bisa memberikan rinciannya,” ujarnya secara singkat ketika dijumpai di Kantor Satreskrim Polresta Barelang, Minggu (7/2/2021) sore.

Menurut sumber Batamxinwen.com yang enggan disebutkan namanya, Irwan (Pegawai Ditpam BP Batam) mengalami tusukan benda tajam dan mengeluarkan darah sangat banyak dan dibawa ke Bidan serta diteruskan ke Rumah Sakit Camatha Sahidya (RSCS) atau lebih dikenal dengan nama Cassa Medical Panbil.

“Sesampai di sana (RSCS) Irwan sudah meninggal dunia diduga karena kehabisan darah dan selanjutnya jenazah dibawa ke RS Bayangkara guna diotopsi,” ujarnya.

Selain itu terdapat dua korban lainnya yakni, Syaiful penjaga bendungan Waduk Duriankang yang mengalami luka tusukan benda tajam di bagian lengan kanan sebanyak 8 jahitan.

“Korban satunya lagi namanya Agus Ariwinata warga teluk lengung juga dapat luka tusukan dan saat ini berada di RS Awal Bros,” pungkasnya.(Safix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here