Pegawai DLH Batam saat melakukan sidak proyek reklamasi di Tanjung Piayu. Foto : Rega/BX

Batamxinwen, Batam – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menghentikan aktifitas penimbunan hutan bakau (mangrove) di Kampung Jawa, Piayu Laut, Sei Beduk, Kota Batam, Selasa (10/9/2019) kemarin.

Penghentian aktifitas penimbunan 10 hektar lahan bakau itu diduga karena tidak mengantongi izin. Pihak dari perkerja dan perusahaan tidak bisa menunjukkan legalitas ketika DLH bersama dengan organisasi non-pemerintah (NGO) yang konsen di isu lingkungan melakukan sidak.

Menurut Kabid Perlindungan DLH Kota Batam, Amjaya saat dikonfirmasi mengatakan, penghentian aktifitas penimbunan mangrove itu dilakukan pihaknya karena perusahaan belum bisa menunjukkan legalitasnya.

“Di lokasi kami hanya menemukan perkerja yang sedang melakukan aktifitas pembangunan mess untuk para perkerja,” kata Amjaya, Rabu (11/9/2019).

Ia mengatakan, saat sidak ke lokasi penimbunan hutan bakau itu. Pengawas lapangan perusahaan tersebut tidak bisa menunjukan legalitas yang dimiliki atas aktifitas yang mereka lakukan itu.

“Pengawasnya bernama Asiang. Dia pengawas pekerja pembangunan mess. Terkait perizinan Asiang ini tak tau, dia minta langsung menghubungi bos nya bernama Hellen. Namun, Helen tidak bisa di hubungi karena berada di Singapore,” kata Amjaya. (Rega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here