Dua pelaku penodongan ditembak Jajaran Satreskrim Polresta Barelang karena berusaha kabur saat ditangkap, foto : istimewa

Batamxinwen, Batam – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), Jumat (5/7/2019) subuh. Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

Sebelumnya, kedua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu beraksi di Kampung Utama dengan korban seorang ibu rumah tangga yakni Rachmawati yang ditodong dengan senjata tajam saat turun dari mobil.

Dalam aksinya itu, pelaku berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp 4 juta, satu unit Handphone Samsung, KTP, Kartu ATM dan jam tangan.

Informasi yang dihimpun, saat melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku. Polisi berhasil menemukan barang bukti hasil kejahatan mereka yakni jam tangan dan satu unit Handphone android merk Samsung S6 edge.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengky, yang dikonfirmasi membenarkan jajarannya melakukan penangkapan terhadap dua pelaku tersebut. Hengky mengatakan kedua pelaku ditangkap subuh tadi.

“Iya sudah kami tangkap subuh tadi,” ujar Hengky singkat.

Terpisah, Salim suami dari Rachmawati yang merupakan korban penodongan, ketika Di konfirmasi apakah sudah mengetahui jika pelaku telah berhasil diamankan pihak Kepolisian membenarkan. Ia mengatakan dirinya telah di hubungi pihak Kepolisian.

“Iya tadi ada di telpon Polisi. Mereka bilang pelakunya sudah ditangkap,” ujar Salim kepada Batamxinwen.

Ia pun mengapresiasi jajaran Polresta Barelang yang berhasil mengungkap dan menangkap pelaku penodongan terhadap istrinya.

“Luar biasa kinerja pak Polisi, tak sampai 30 jam pelakunya tertangkap. Terima kasih pak Polisi,” ucapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Kawanan garong bersenjata tajam menyasar seorang ibu rumah tangga di kawasan kampung utama, Lubuk Baja, Batam, Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Rachmawati mengatakan pelaku berjumlah dua orang. Pelaku yang mengendarai sepeda motor itu langsung menodongkan sebilah parang ketika ia turun dari mobil setelah memarkirkan kendaraannya itu.

“Saya parkir mobil di depan Arco dekat dokter gigi Herman. Begitu turun satu pelaku langsung menodongkan parang kearah saya dan meminta saya menyerahkan tas yang saya bawa,” ujar Rachmawati.

Dikatakan Rachmawati, antara dirinya dan pelaku sempat terjadi tarik menarik tas. Namun, korban terpaksa melepaskan tas miliknya ketika pelaku mengayunkan parang yang di pegangnya.

“Didalam tas itu ada uang Rp 4 juta, Handphone Samsung S6 edge, kartu kredit, KTP, SIM dan ATM,” terangnya. (ias)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here