BatamXinwen, Karimun – DPRD Karimun sedang menggesa agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak agar segera dijadikan Peraturan Daerah (Perda).

Ketua Komisi I DPRD Karimun Anwar Abu Bakar mengatakan, raperda perlindungan anak dan perempuan ini penting untuk digesa mengingat tingginya kasus kekerasan pada anak, dan kekerasan seksual pada perempuan maupun anak yang terjadi di Karimun.

“Karena ini merupakan bentuk keseriusan legislaif pada masyarakat luas, khususnya masalah kekerasan anak dan pelecahan perempuan yang beberapa waktu lalu sempat menjadi atensi semua pihak,” kata Anwar Rabu (2/8).

Lanjut Anwar, beberapa kasus kekerasan terhadap, pelecahan seksual pada permepuan dan anak ini akhirnya menjadi dasar pembuatan raperda Perlindungan Perempuan dan Anak. Tujuannya adalah supaya perempuan dan anak terbebas dari segala tindak kekerasan, pelecehan hingga kekerasan secara seksual.

“Ini merupakan prioritas dan inisitif kami di komisi satu,” kata Anwar. “Dan kita juga terus mendorong pihak kepolisian dalam hal ini Komisi Perlindungan Anak (KPA) untuk menyelesaikan masalah yang ada. Dan mudah-mudahan bisa segera diselesaikan, serta bisa diperkuat lagi dengan perda ini nanti,”lanjutnya.

Selain mengatur tentang perlindungan perempuan dan anak, dalam raperda ini juga diatur semua apa yang menjadi hak anak, temasuk hak anak pada pemukiman penduduk atau perumahan.

Setiap pengembang nantinya akan diberi hak untuk membangun fasilitas umum wahana bermain anak di perumahan yang dibangun.

“Titiknya kan diatur oleh Perbub,” katanya. (Nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here