Dua Cendikiawan Ini akan Kupas Keragaman dan Harmoni Indonesia di Simposium Internasional Keharmonisan Budaya 2019

Batamxinwen, Batam – Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko ofm dan Dosen IAIN Sunan Kalijaga, Wawan Gunawan, M Ud. merupakan dua dari belasan cendikiawan Indonesia yang akan memberikan materi tentang keharmonisan budaya dalam Simposium Internasional Kerhamonisan Budaya 2019 yang akan digelar di Batam pada 5-6 Oktober 2019 mendatang.

Dalam makalah berjudul Pancasila: Harmoni Indonesia, Adrianus Sunarko menyebut ada enam rahmat monumental pemberian istimewa dari Allah yang telah membentuk keseluruhan jati diri Bangsa ini.

Keenam maharahmat itu menurut Adrianus Sunarko adalah: Nusantara, Bahasa Indonesia, Tradisi kearifan penerimaan dan keterbukaan pada keberagaman serta evolusi bajik-konstruktif dari arus pluralitas agama dan peradaban, Islam Nusantara, Progresi dan kumulasi terhormat dari perjuangan proto-nasion, Kebangkitan Nasional dan Revolusi Kemerdekaan, serta tak kurang penting adalah ideologi yang menyarati jiwa para Pendiri Bangsa, pembentuk keteguhan integritas.

“Sebagai anak bangsa Indonesia kita sungguh pantas bersyukur, bahwa para pendiri bangsa ini telah mewariskan Pancasila sebagai dasar negara yang demikian berharga. Semoga rasa syukur itu mendorong kita semua untuk mengupayakan agar Pancasila tidak digeser oleh pandangan ideologis lain,” tulis Adrianus Sunarko pada bagian penutup makalahnya.

Sementara Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Wawan Gunawan, M. Ud dalam makalahnya yang berjudul Keragaman Indonesia: Tantangan dan Cara Kita Menyikapinya, Wawan Gunawan, M Ud merekflesikan dialognya selama belasan tahun dalam komunitas antar umat beragama bahwa beragama dan berkeyakinan merupakan hak paling dasar bagi setiap manusia yang tidak bisa dibatasi oleh pihak manapun, termasuk negara.

Untuk menjawab dan menyikapi keragaman Indonesia, Wawan Gunawan membagi tulisannya menjadi empat bagian. Pertama, menunjukkan keragaman Indonesia sebagai negara yang besar. Kedua, menggambarkan persoalan-persoalan yang melanda Indonesia dalam keragamannya. Ketiga, mengembalikan kekuatan bhineka tunggal ika sebagai semboyan pemersatu bangsa, dan keempat, sedikit teori kebudayaan yang aplikatif dalam menghadapi keberbedaan di masyarakat agar bisa bersama-sama membangun Indonesia.

Simposium Internasional Keharamonisan Budaya 2019 merupakan Simposium berskala I ternasional yang akan digelar di Batam. Simposium ini akan diikuti pelajar dan tokoh kebudayaan dari beberapa negara, yang akan digelar di Swiss Bell Hotel.

Untuk ikut dalam simposium yang ditaja Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Barisan Muda Tionghoa Indonesia dan didukung sejumlah pihak ini, anda bisa menghubungi nomor 0878 7807 5966 (Jhon), 0852 6599 4659 (Merry), 0812 7036 504 (Lina) dan 0852 6312 2780 (Yuslina) untuk mendaftar. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here