Di Hawaii Karaoke inilah, Apeng diduga dibakar oleh Pemilik karaoke tersebut beberapa hari yang lalu. Foto : Bintang/ BX

Batamxinwen, Batam – Kematian Apeng (57), telah ditangani Polisi Sektor Lubuk Baja. Hasil penyelidikan polisi mengungkap penyebab kematian Apeng karena diduga membakar dirinya sendiri di Pub Hawaii Karaoke di Komplek Marina Business Centre Blok B, Kecamatan Lubuk Baja pada Senin (2/12) pagi.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Haris Baltasar Nasution, S.T.K, Apeng diduga kuat bunuh diri. Dugaan ini berdasarkan keterangan seorang saksi bernama Lili Marlina yang merupakan karyawan Hawaii Karaoke.

“Saksi mendengar korban berteriak ‘kalau tidak datang aku mati saja,’ Teriakan ini didengar oleh Lili. Namun Lili tidak menghiraukan ancaman bunuh diri itu. Namun pernyataan bunuh diri itu benar-benar dilakukan oleh korban’,” ujar Iptu Haris, Sabtu (7/12).

Saat itu Apeng hendak bertemu dengan Iwan bos pemilik karaoke. Kepentingannya untuk meminjam sejumlah uang.

Selain keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian yang dilakukan Tim Inafis Polresta Barelang juga menunjukkan adanya dugaan bunuh diri. Dugaan itu muncul dari ditemukannya botol air mineral di dekat tubuh Apeng. Selain itu, rekaman CCTv juga merekam jika sebelum kejadian Apeng terlihat menenteng plastik hitam berisi botol.

Namun, dugaan lain datang dari English Sibarani, istri Apeng. English tidak yakin jika suaminya bakar diri sendiri.

“Secara logika kalau orang yang bunuh diri itu luka bakarnya itu di bagian depan kan. Kalau suami saya tidak, luka bakarnya itu di bagian belakang semua,” kata English ketika diwawancarai Batamxinwen.com, Sabtu siang.

Luka bakar yang mendominasi di bagian belakang tubuh Apeng inilah yang membuat English menduga kuat jika suaminya tidak bakar diri.

Sementara di lokasi kejadian, seorang sumber berinisial M mengaku sempat melihat Apeng datang dengan seorang anaknya.

“Apeng dan anaknya masuk lalu terdengar ribut-ribut. Setelah itu Apeng dan anaknya terlihat keluar mengendarai motor,” ujar M.

Tak lama kemudian, lanjut M, Apeng datang seorang diri dan masuk ke dalam Hawaii Karaoke. Selang beberapa lama, M mengaku kembali mendengar teriakan.

“Saya dengar ada teriakan ‘tolong..tolong..tolong,” ujar M.

Mendengar teriakan itu, M tak berbuat apa-apa. Ia tak berani masuk ke dalam untuk melihat. Namun, setelah itu, sekitar pukul 12.00 WIB ia melihat polisi berdatangan untuk menangani kasus itu. (bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here