Kapuspen Kejagung RI Hari Setiyono. Foto: Tribunnews.com

Batamxinwen, Batam – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali memeriksa Kepala Bea Cukai Batam Susila Brata sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai sejak tahun 2018 – 2020, di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung RI.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Hari Setiyono, Susila Brata diperiksa sebagai saksi bersama 5 stafnya yaitu Kabid PFPC Yosef Hendriyansah, Kabid P2 Mohammad Munif, Kepala Seksi Intelijen II Arif Setiawan, Pemeriksa Barang di KPU BC Batam, Ramadhan Utama dan Randuk Marito Siregar serta seorang pengusaha yakni Direktur PT. Ciptagria Mutiarabusana Robert pada Selasa (30/6).

“Pemeriksaan dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang dari luar negeri, khususnya tekstil yang memiliki pengecualian tertentu dengan barang importasi lainnya,” ujar Hari pada Batamxinwen.com, Rabu (1/7).

Dalam kasus ini Susila Brata sebelumnya sudah pernah diperiksa pada tanggal 12 Mei 2020 lalu. Penyidik Jampidsus Kejagung RI juga sempat menggeledah kediaman Susila Brata di Komplek Bea Cukai Jalan Bunga Raya Baloi Indah, Kota Batam.

Tak hanya kediaman Susila Brata, penyidik juga menggeledah rumah Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) M. Munif. Dari rumah Munif, penyidik mengamankan sebanyak 3 (tiga) unit telepon genggam dan 1 (satu) unit flashdisk. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here