Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Demi Hasfinul mewakili Wali Kota Batam menerima penghargaan Adikarya Dirgantara Adhirajasa dari Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (17/2). Foto : Media Centre Batam

Batamxinwen, Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mendapat penghargaan Adikarya Dirgantara Adhirajasa dari Kementerian Perhubungan. Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi ini diterima Pemerintah Kota Batam karena telah berpartisipasi dalam aksi pemulangan WNI dari Wuhan Tiongkok.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Demi Hasfinul mewakili Wali Kota Batam menerima penghargaan tersebut di Jakarta, Senin (17/2).

“Penghargaan ini diterima Batam karena telah menjadi transit penerbangan yang membawa WNI pulang dari Wuhan terkait merebaknya virus corona. Ini bentuk apresiasi dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan dalam siaran pers menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada 18 kru dari Maskapai Batik Air yang melakukan penerbangan misi kemanusiaan untuk menjemput WNI di Wuhan, Tiongkok, di tengah merebaknya wabah virus corona di kota tersebut. Kru Batik Air tersebut mendapatkan penghargaan Adhikarya Dirgantara Adhirajasa yang artinya Penghargaan Penerbangan Tangguh/Pemberani.

“Kami sebagai regulator yang mengayomi penerbangan bisa membayangkan bahwa upaya volunteer dari adik-adik kita ini luar biasa. Untuk itu sangat pantas jika kami memberikan penghargaan kepada mereka. Ini bisa menjadi contoh bagi semua awak pesawat, kapal, bus, dan kereta api dalam melakukan tugas-tugas kemanusiaan seperti ini,” kata Menhub Budi.

Ia mengapresiasi keberanian para kru untuk mengemban tugas yang diberikan oleh Negara untuk menjemput 238 WNI yang berada di Wuhan kembali ke Indonesia. Menurutnya misi kemanusiaan ini merupakan hal yang sangat mulia sehingga perlu diabadikan karena tidak dapat dibayangkan mereka menjalankan tugas dengan mempertaruhkan dirinya sendiri.

“Penghargaan ini bukan hanya dari Pemerintah melainkan dari seluruh bangsa Indonesia sebagai lambang rasa keberanian dan ketulusan yang telah dilakukan oleh para awak kabin dan pilot,” tuturnya.

Menteri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota keluarga dari Kru Batik Air, karena telah ikhlas dan mendukung misi kemanusiaan tersebut.

“Para awak kabin ini patut menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya untuk tetap kuat dan cinta tanah air,” kata dia.

Selain diberikan kepada 18 awak kabin pesawat, penghargaan tersebut juga diterima oleh operator, Lembaga dan Kementerian. Yaitu Kementerian Kesehatan, TNI AU, Kemeterian Luar Negeri, BNPB, Pemerintah Daerah Kota Batam, Pemerintah Kabupaten Natuna, Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Bandar Udara Raden Sadjad Ranai Natuna, dan PT. Batik Air.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas layanan darat (ground handling), pengelola bandara, pengatur lalu lintas udara, dan berbagai pihak yang terlibat sehingga operasional penerbangan misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar.

Penjemputan WNI dari Wuhan, RRT dengan menggunakan pesawat Batik Air ID 8618 jenis Airbus 330-300. Berangkat dari Indonesia ke Wuhan pada 1 Februari 2020 dan sampai di Batam 2 Februari 2020. Pesawat ini membawa 245 WNI termasuk operator dan tim kesehatan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Sumber : Media Centre Batam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here