Ekonomi RI Lampu Kuning? MENKEU : Kita Waspada dan Hati-hati

BX/Istimewa

BatamXinwen,Jakarta – Sejumlah pengamat ekonomi (ekonom) menyebut kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah dalam tahap lampu kuning. Artinya meskipun jauh dari kata krisis, pemerintah diminta untuk hati hati dengan kondisi perekonomian Indonesia sekarang.

Hal tersebut menyusul rentetan guncangan-guncangan ekonomi yang terjadi belakangan ini. Salah satu yang paling menonjol adalah terus melemahnya nilai tukar Rupiah hingga menyentuh Ro14.200 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah selalu hati-hati dalam mengelola ekonomi Indonesia. Apalagi di tengah kondisi perekonomian global yang sedang dalam keadaan tidak stabil ini.

“Kita tetap akan melihat ekonomi secara waspada dan hati-hati,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis sebagaimana dilansir Okezone (24/5/2018).

Oleh karena itu dalam kondisi ini pemerintah pun melakukan dan mengeluarkan beberapa kebijakan untuk merespons kondisi tersebut. Salah satunya yang paling baru adalah dinaikannya suku bunga acuan sebesar 25 basis poin atau 0,25% oleh Bank Indonesia (BI)

“Kita melakukan seluruh policy kita, respons terhadap situasi yang berkembang,” ucapnya.

Menurut Sri Mulyani, makro ekonomi Indonesia saat ini terbilang baik. Bagiamana tidak, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sudah berada di atas 5%, di sisi lain inflasi juga mencatatkan angka yang terus stabil dan rendah.

“Pada dasarnya, seluruh yang disebut makro ekonomi growth-nya di atas 5%, fiskal kita di bawah menuju 2%. Inflasinya sekitar 3,4%,” ucapnya.

Mengenai nilai dolar AS yang terus menguat dikarenakan kebutuhan akan dolar AS terus meningkat. Mengingat impor Indonesia juga terus mengalami kenaikan khususnya di sektor energi.

“Neraca pembayaran kita mengalami tekanan. Karena current account defisit. Oleh karena itu kita perlu melakukan adjusment terhadap situasi yang sekarang berkembang,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here