Eks Pemain Sepak Bola Timnas Indonesia, Budi Sudarsono. Foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Budi Sudarsono,  eks gelandang sepak bola Timnas Indonesia merasa tak perlu ada yang diklarifikasi terkait fotonya yang sedang viral berpose bak pedagang sepatu seken di Pasar Pagi Jodoh. Menurutnya, itu bukanlah sebuah masalah.

“Sebenarnya saya nggak klarifikasi pun kan nggak masalah, publik bisa menilai sendirilah. Lagipula, apapun akan saya kerjakan selagi halal,” kata Budi Sudarsono saat ditemui Batamxinwen.com di Hotel tempat ia menginap, Senin (9/9) malam.

Tak mau menyikapi serius soal foto itu, Budi ceritakan, kedatangannya ke pasar itu sebenarnya berawal dari anjuran seorang teman saat dirinya menanyakan lokasi bagus untuk membawa anak-anak asuhnya belanja oleh-oleh di Batam.

Karena penasaran, Budi singgah ke tempat tersebut, yang memang umumnya menjual barang bekas yang didatangkan dari Singapura. Ya. Pasar Pagi Jodoh memang santer dikenal sebagai sarangnya barang branded bekas berharga miring.

“Ada teman bilang kalau di Jodoh ada tempat belanja yang asyik. Ya udah, saya bawa anak-anak ‘PS Batam’ pagi-pagi subuh ke sana buat belanja oleh-oleh,” kata pria yang akrab dijuluki ‘Si Ular Python’ di masa jayanya itu.

Sesampainya di lokasi, Budi bercerita, dirinya sempat kaget melihat suasana pasar. Dimana para pedagang yang sudah ramai ditunggui oleh para pelanggan saat hendak membuka karung-karung berisi barang-barang sekenan.

“Semua orang lomba-lomba, asyik tempatnya memang, ya sudah saya membaur ikut cari oleh-oleh nemenin anak-anak,” kata Budi.

Disana rupanya ‘Si Ular Python’ belum kehilangan pamornya. Pasalnya, saat sedang asyik memilih barang, Budi diberikan langsung oleh salah seorang pedagang tas kulit branded bekas asli (original), yang jika ditaksir untuk harga barunya dipasaran senilai Rp50 juta lebih.

“Ada dapat tas kulit bermerek, dikasih oleh pedagang disana, katanya itu barang simpanan. Waktu saya cek teliti, wah ternyata asli, harga barunya Rp50 jutaan,” kata Budi antusias.

Selain tas, Budi juga membeli beberapa sepatu sepak bola yang dia katakan biasanya di luar Batam juga, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Namun, di Pasar Pagi dia hanya cukup dengan beberapa ratus ribu saja.

“Saya beli sepatu juga. Baju saja yang tidak,” tutupnya.

Patut diketahui, Batam, selain dikenal dengan sebutan Kota ‘teh obeng’ juga dikenal dengan wisata pasar sekennya yang menawarkan barang-barang berkualitas dengan harga yang super miring. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here