Eks pedagang Pasar Induk Jodoh menggelar aksi protes di Halaman Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (7/11). Foto: BX/zel

Batamxinwen, Batam – Ratusan eks pedagang pasar Induk Jodoh , menggelar aksi protes di depan Kantor Pemerintah Kota Batam pada Kamis (07/11/2019) sejak pukul 09.00 WIB.

Dalam aksinya para pedagang memprotes kebijakan Pemko Batam menggusur pasar induk tanpa memperdulikan hak-hak mereka serta iuran uang masuk kios baru yang mencapai puluhan juta rupiah.

“Tidak ada SP 1, tidak ada juga SP 2 ,tiba-tiba kita digusur, kalau masalah surat menyurat kita sudah pernah menyurati pemerintah, tapi malah pengusaha yang ditanggapi,” ujar salah seorang pedagang.

Tidak hanya tanpa pemberitahuan, pedagang juga menyangkan kios baru yang sudah ada kenapa harus dikelola oleh swasta bukan pemerintah.

“Kami gak masalah, kalau kami di pindahkan ke kios baru, tapi tolonglah pemerintah yang kelola jangan swasta. Kami diminta uang masuk oleh oknum pengelola pasar sampai Rp 50 juta, paling rendah Rp 10 juta, gimana kami mau masuk, ” ujar Marisa salah seorang pedagang.

Menanggapi protes pedagang, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, saat menemui pedagang mengatakan, rakyat harus bisa mengerti niat baik pemerintah untuk memberikan fasilitas terbaik bagi rakyat. Namun mendengar adanya pungutan masuk kios yang begitu besar Nuryanto menyayangkan hal tersebut.

“Kita menyanyangkan langkah -langkah yang diambil pemerintah. Besok kami akan memanggil pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Nuriyanto juga mengatakan akan menanyakan status lahan dari pasar induk tersebut.

“Ini harus dijabarkan dan dipaparkan oleh Pemko Batam. Kmi harap ada perwakilan dari Pemko Batam untuk mnegambil langkah dan duduk bersama di sini,” kata Nuryanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here