Ilustrasi OTT

BatamXinwen, Batam – Empat orang pengelola parkir di dua Mall berbeda di Kota Batam, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Ditreskrimum Polda Kepri, Selasa (16/10) kemarin.

OTT tersebut terkait pelanggaran Perda Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir terkait aturan drop off 15 menit pertama tanpa dipungut biaya atau gratis.

Keempat orang yang terkena OTT tersebut berinisial RPS, S, AR dan EBH. Mereka mempunyai tugas berbeda yakni sebagai supervisor, Asisten Manajer parkir dan dua orang pos parkir.

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Hernowo Yulianto, mengatakan OTT tersebut dilakukan pihaknya berdasarkan adanya laporan masyarakat. Keempat orang pegelola parkir itu pun sudah diserahkannya kepada PPNS Perhubungan.

“Dua orang di mall kawasan simpang Kabil, dua orang lagi di Batam Centre,” ujar Hernowo, saat berada di Ponpes Al – Jabar, Rabu (17/10) siang.

Dikatakan Hernowo, dari OTT tersebut. Puhaknya mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, empat buah nametage pekerja, empat lembar uang pecahan dua ribu dan delapan lembar tiket retribusi parkir.

“Pelanggarannya adalah memungut biaya parkir kepada pengendara yang hanya mengantarkan dan menurunkan penumpang ke Mall,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan dan analisi yuridis, terang Hernowo,karena keempat orang tersebut bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka belum bisa dikenakan undang-undang nomor 23 KUHP.

“Mereka hanya dikenakan pasal 57 jo pasal 20 nomor 3 tahun 2018 tentang penyelanggaraan dan restribusi parkir. Adapun sanksi yang diberikan hanya administrasi, dengan peringatan tertulis, penghentian kegiatan, pembatalan izin, dan pencabutan izin,” pungkasnya. (ias)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here