Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kepulauan Riau, Lagat Parroha Siadari. Foto: JP

Batamxinwen, Batam – Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari mengapresiasi kinerja penyidik Kejagung yang telah menetapkan empat pejabat Bea Cukai Batam dan satu pengusaha sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor tekstil pada Ditjen Bea dan Cukai Tahun 2018-2020.

Para tersangka yakni Mukhamad Muklas selaku Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai (PFPC) pada Kantor Bea CukaiBatam; Dedi Aldrian selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) III Bea Cukai Batam; Hariyono Adi Wibowo selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) I Bea Cukai Batam; Kamaruddin Siregar selaku Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) II Bea Cukai Batam; serta pemilik PT. Fleming Indo Batam dan PT. Peter Garmindo Prima, Irianto.

“Kami mengikuti penanganan kasus ini sejak dimulai penyelidikan dan sekarang sudah ditingkatkan menjadi penyidikkan dengan tersangka. Tentunya kita berikan apresiasi pada Penyidik Kejaksaan Agung terkait hal ini, semoga penyidikkan makin membuka luas tabir kasus ini selebar-lebarnya,” ujar Lagat saat dihubungi Batamxinwen.com, Senin (29/6).

Lagat menilai, jika melihat hasil penyidikkan yang hanya menjerat pejabat di level bawah, kemungkinan besar penyidik menyimpulkan bahwa hanya para bawahannya itu yang terlibat.

“Bisa saja kepala kantor tidak mengetahui semua kebijakan yang dilaksanakan pejabat di bawahnya. Semoga penyidik cermat dan teliti mempelajari semua alat bukti dan informasi yang ada,” tutupnya. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here