Batamxinwen – Mungkin kita semuanya belum mengetahui bahwa nyatanya tur wisata ke kuburan atau makam ada peminatnya tersendiri. Umumnya makam yang didatangi sama wisatawan adalah makam orang yang terkenal, biasa makam yang memiliki arsitektur unik, atau kisah di balik makam itu sendiri.

Makam atau kuburan Tionghoa biasanya disambangi karena ada berbagai hal yang menarik bagi para pengunjung.

” Wisata kuburan China itu menarik bagi pasar tertentu atau minat khusus, terutama yang suka sejarah dan budaya. Cultural heritage tourism juga sekarang sedang jadi tren. Contohnya seperti makam China di Lasem,” kata Pemerhati Budaya China, Agni Malagina saat dihubungi KompasTravel, Rabu (7/2/2018).

Berikut adalah fakta-fakta menarik seputar makam tionghoa berdasarkan wawancara KompasTravel bersama Agni:

1. Bentuk makam yang khas

Makam Tionghoa biasanya dapat dengan mudah diketahui dari gaya arsitektur yang khas. Ciri lainnya memiliki gundukan tanah yang agak tinggi, berukuran besar, ada meja persembahan di depan nisan, ada tonggak Dewa Bumi sebagai penjaga di sebelah kiri makam, dan nisan yang disebut bongpai bertuliskan kanji China.

2. Besarnya makam menentukan status
Besar makam Tionghoa, biasanya mencerminkan status yang dimakamkan. Semakin besar makam, semakin tinggi status yang dimakamkan.

3. Konsep kematian juga mempengaruhi besarnya makam

Masyarakat China tradisional memiliki konsep kematian tersendiri. Orang China tradisional percaya orang meninggal akan berpindah tempat ke dunia lain.

Dunia tersebut mirip dengan dunia hidup sebagai manusia. Jadi saat dimakamkan jenazah orang China tradisional akan mengenakan pakaian terbaik dan semua barang kesukaan semasa hidup ikut dikuburkan.

4. Nisan di makam juga menentukan status

Zaman dulu makam-makam China bongpainya (nisan) terbuat dari kayu untuk orang-orang yang tidak mampu. Namun untuk makam makam pejabat dan orang kaya, biasanya menggunakan bongpai batu dan berukir aneka simbol religi di makamnya.

Ragam hiasan di bongpai diambil dari aneka motif, gambar yang berkaitan dengan kisah dewa-dewa, simbol-simbol keberuntungan, kesejahteraan, bakti dan hal-hal baik.

5. Tradisi ziarah makam justru setelah Imlek

Mengunjungi makam menjelang Imlek tidak menjadi suatu kewajiban bagi masyarakat China. Sembahyang di makam ada waktu khususnya yaitu ketika masa Ceng Beng (qing ming).

Membersihkan kuburan dan berdoa untuk leluhur. Saat momen Ceng Beng sanak saudara kerabat mudik untuk membersihkan makam orangtua atau leluhur.

6. Tidak melulu dimakamkan

Tidak semua jenazah orang China dimakamkan, alternatif lain adalah kremasi. Biasanya dilakukan sesuai permintaan sebelum meninggal. Untuk itu ada rumah abu, tempat menaruh abu jenazah dan tetap didoakan saat momen Ceng Beng.

Sumber: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here