Kuasa Hukum AmatbTantoso, M Nur Wafiq Warodat. Foto: BX

Batamxinwen, Batam – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang dugaan tindak pidana penganiayaan dengan terdakwa, Paulus Amat Tantoso dengan korban Hong Koon Cheng Alias Kelvin Hong, Senin (14/10) siang.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Yona Lamerrosa Ketaren itu masih mengagendakan pemeriksaan saksi. Kali ini saksi yang didengarkan keterangannya adalah saksi yang diajukan oleh terdakwa. Ada lima saksi yang dihadirkan.

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah Direktur PT Hosana Exchange, William, perusahaan money change milik terdakwa. Dari kesaksian William, diketahui uang yang ditransferkan atas perintah Kelvin Hong ke beberapa rekening mencapai Rp 30 miliar.

Kesaksian Wiliam juga membantah pengakuan Kelvin Hong yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan di depan majelis hakim, yang mengatakan jika transaksi cek senilai Rp 7 miliar yang belum ditandatangani oleh Kelvin Hong belum terjadi. Hal ini lah yang menjadi penyebab terdakwa pitam dan melakukan penikaman.

Kuasa Hukum terdakwa, M Nur Wafiq Warodat mengatakan, sesuai keterangan saksi dan sudah dibuktikan dihadapan majelis hakim dengan menunjukan sejumlah alat bukti, transaksi sudah terjadi. Tidak seperti yang dikatakan Kelvin Hong bahwa transaksi belum terjadi karena cek dikembalikan karena belum ia tandatangani.

“Keterangan Kelvin Hong itu palsu. Cek yang tidak ditandantangani itu merupakan pengganti dari cek sebelumnya senilai Rp 7 miliar tertanggal 8 Maret 2019 atas nama Yuwanki yang ditunjukkan di persidangan. Namun cek tersebut tidak dapat dicairkan karena alasannya saldo tidak cukup. Sehingga oleh saksi korban ditukar dengan cek yang belakangan tidak ditandatanganinya,” ujar Warodat usai persidangan.

Menurut Warodat, dari pengakuan saksi juga terungkap jika adanya niat Kelvin Hong untuk melakukan dugaan rangkaian penipuan terhadap PT Hosana Exchange.

Fakta lain yang terungkap adalah munculnya transaksi atas nama salah pengusaha terkenal di Batam, Yuwangki. Diketahui, atas perintah Kelvin Hong, PT Hosana Exchange juga mentransfer uang ke dua atau tiga rekening yang berbeda atas nama Yuwangki.

“Buktinya sudah kita sampaikan di hadapan hakim tadi,” ujarnya. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here