Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Belakangan, gas elpiji 3 kilogram sulit didapat di Batam. Stok di agen – agen warung maupun pangkalan resmi mitra Pertamina lebih sering habis ketimbang ada. Bahkan di beberapa tempat, masyarakat rela mengantri panjang agar dapurnya kembali berasap.

Terkait kelangkaan ini, Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengungkapkan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina, dan memang saat ini distribusi bahan bakar bersubsidi sedang dikurangi pendistribusiannya.

“Itu dilakukan agar subsidi elpiji ini tepat sasaran. Informasi yang kita dapat, jadi kebijakan mereka mulai mengkonversi bahan bakar bersubsi ke non subsidi,” jelas AKBP Prasetyo, Selasa (18/11).

Harus diakui memang penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi harus berhati – hati. Sebab berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak 2017 realisasinya selalu lebih besar dari kuota yang ditetapkan. Ya itu karena diperjualbelikan secara bebas. Kontrol pun tak terkendali lagi.

Ini memang seharusnya menjadi perhatian masyarakat. Sebab penyaluran baik gas maupun bahan bakar subsidi lainnya dilakukan secata terbuka, dan siapa saja mudah bisa membelinya. Padahal jika ditengok baik – baik, di tabung elpiji sendiri sudah jelas-jelas ditulis, bahwa produk tersebut hanya untuk masyarakat miskin.

“Untuk antrian panjang dimana-mana, langkah kita yaitu dengan melakukan giat pengamanan di sejumlah wilayah. Agar tidak terjadi tindak pidana lain yang ditimbulkan karena mengantri ataupun penyelewengan,” sambungnya.

Untuk itu, Kapolres juga menghimbau agar masyrakat tetap tenang dan tetap menjaga kondusifitas keamanan. Dan menurutnya langkah paling tepat saat ini adalah dengan membenahi mekanisme distribusi elpiji bersubsidi supaya benar-benar dinikmati yang berhak. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here