ist

Batamxinwen, Tanjungpinang – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan tim penyidik Lembaga Anti Rasuah itu melakukan penggeledahan rumah mewah milik pengusaha Tanjungpinang Hendi HDS, di Jalan Ir Sutami, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Rabu (21/8/2019) sore.

Dalam rilis yang diterima Batamxinwen, penggeledahan dilakukan terkait proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam Penerbitan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dari Pemkab Kotawaringin Timur dengan tersangka Sopian Hadi, Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Sejauh ini telah diamankan dokumen-dokumen terkait pengurusan IUP PT. Fajar Mentaya Abadi (FMA). Proses penggeledahan masih berjalan sampai sore ini,” ujar Febri.

Dalam kasus ini, kata Febri, diduga tersangka Sopian Hadi menerbitkan Surat Keputusan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi seluas 1.671 Hektar kepada PT FMA yang berada di kawasan hutan. Padahal tersangka mengetahui bahwa PT FMA belum memiliki sejumlah dokumen perizinan, seperti ijin lingkungan/AMDAL dan persyaratan lainnya yang belum lengkap.

“Diduga kerugian keuangan negara pada perkara ini sekitar Rp 5,8 triliun dan US$ 711 ribu yang dihitung dari eksplorasi hasil pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan dan kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT FMA, PT BI dan PT AIM,” pugkasnya. (Yuli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here