BatamXinwen, Batam – General Manager Horison Ultima King’s Batam, Kang Ucup (Yusup Maulana Mana) berkunjung ke Kapal Layar Latih yang diberi nama KRI Bima Suci yang pada kesempatan ini bersandar di pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Kunjungan tersebut disambut baik oleh Mayor. Sugeng Hariyanto.

KRI Bima Suci ini merupakan kapal pengganti dari Kapal Latih Dewa Ruci. Kapal yang memiliki panjang 111,2 meter ini merupakan kapal layar tinggi yang berfungsi sebagai kapal latih untuk Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL). Dibuat di Galangan Kapal Freireshipyard, Vigo,Spanyol pada tahun 2015.

BX/Istimewa. General Manager Horison Ultima King’s Batam, Kang Ucup (Yusup Maulana Mana) berkunjung ke Kapal Layar Latih yang diberi nama KRI Bima Suci.

Dan dilanjutkan pada tanggal 12 September 2017, KRI Bima Suci masuk dalam jajaran Armada RI sebagai Kapal Latih yang berbasis di Bumi Moro Surabaya, Jawa Timur. Serta
merupakan kapal layar latih terbesar di Asia dan no.4 di dunia.

“KRI Bima Suci ini menunjukkan bahwa betapa besar bangsa kita ini, dan patut menghargai nenek moyang kita dengan menjaga tradisi sebagai warisan dan jatidiri bangsa.”Ucap Kang Ucup seketika saat menginjakkan kaki di geladak kapal.

BX/Istimewa. General Manager Horison Ultima King’s Batam, Kang Ucup (Yusup Maulana Mana) berkunjung ke Kapal Layar Latih yang diberi nama KRI Bima Suci.

Rasa kagum dan bangga dirasakan Kang Ucup saat diberi kesempatan untuk melihat interior dari KRI Bima Suci ini. Bagaimana tidak, kapal yang juga sebagai duta Bangsa, duta Pariwisata, kebudayaan dan sarana informasi tentang Indonesia, serta menjadi alat diplomasi dalam membina hubungan
persahabatan Internasional ini memiliki interior yang mewah dengan ornament kuningan yang digunakan, menambah kesan elegan saat masuk ke dalam perut KRI Bima Suci.

Tidak hanya tentang interior yang membuat Kang Ucup terkagum, namun juga tekhnologi yang digunakan kapal ini pun terbilang sudah cukup maju. Kapal yang juga memiliki kendali layar manual dengan dibantu sistem hidrolik ini memiliki 292 fungsi tali yang berbeda-beda.

Dengan menggunakan layar, kapal ini mampu mencapai kecepatan 18 knot, sedangkan dengan menggunakan mesin hanya sampai 12 knot saja. Selain itu juga kapal ini memiliki sistem pengolahan sampah mandiri, sehingga tidak
banyak mencemari lingkungan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here