Koordinator GM yang Didalamnya Terdapat Delapan Kampus yang Berada di Wilayah Provinsi Kepri Tolak Erick Tohir Angkat WNA Jadi Petinggi BUMN/BX/Foto: JP

Batamxinwen, Batam – Gabungan Mahasiswa (GM) Provinsi Kepulauan Riau menolak keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mengangkat warga negara asing sebagai salah satu petinggi BUMN.

Koordinator GM yang di dalamnya terdapat delapan kampus yang berada di wilayah Provinsi Kepri, yaitu: UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) Tanjungpinang, STISIPOL (Sekolah Tinggi Ilmu Politik) Tanjungpinang, POLTEKES Tanjungpinang, STAI SAR (Sekolah Tinggi Agama Islam Sultan Abdur Rahman) Kabupaten Bintan, STIE Pembangunan (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Tanjungpinang, UNRIKA (Universitas Riau Kepulauan) Batam, Universitas Ibnu Sina Batam dan Universitas Putera Batam Marselinus Taufan Wesa mengatakan, mahasiswa Provinsi Kepulauan Riau sangat kecewa dengan langkah Erick Thohir.

“Indonesia masih memiliki generasi bangsa yang berkualitas dan memiliki intelektual cerdas untuk memimpin BUMN. Tidak seharusnya Erick Thohir mengangkat WNA sebagai Direksi BUMN di negara Indonesia. Jangan pernah membiarkan BUMN dikelola oleh orang asing,” kata Marselinus pada wartawan di Tiban, Sabtu (27/06).

Marselinus menambahkan, Erick Thohir sebagai menteri BUMN terkesan bermental inferior. “Dalam situasi demikian Erick Thohir terlihat tidak percaya dengan kemampuan bangsa sendiri dalam mengurus BUMN,” tambah Mahasiswa Fakultas Fisipol di Universitas Riau Kepulauan ini.

Marselinus menegaskan pengangkatan WNA sebagai Direksi dan komisaris BUMN tidak akan menjadi jaminan untuk ke depannya BUMN semakin maju.

“Pengangkatan WNA sebagai pejabat tinggi di BUMN yang dilakukan Erick Thohir merupakan bukti nyata kemunduran bangsa Indonesia dan “blunder” dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo,” tegas Marselinus. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here