Gunakan Jaring Trawl, Kapal Kapal Vietnam ini Mencuri Ikan di Natuna Utara

Kapal ikan vietnam
Ilustrasi , Kapal ikan vietnam yang ditangkap saat mencuri ikan di Natuna utara.

Batamxinwen, Natuna – Empat unit kapal berbendera Vietnam  mencuri ikan di wilayah laut Natuna Utara. Ada barang bukti sebanyak 1   ton ikan yang berhasil mereka tangkap. Petugas dari Baharkam Polri pun  melakukan penyitaan.

Kapal itu diketahui menangkap ikan dengan  dengan menggunakan jaring Trol yang dapat mengakibatkan kerusakan di lautan.

Dari penangkapan ini ada  36 orang ABK dan 4 orang nakhoda yang keseluruhannya merupakan warga Negara Vietnam. Mereka telah diamankan   Direktorat Polairud Polda Kepri yang selanjutnya akan diserahkan kepada penyidik PSDK.

Kapal kapal pencuri ikan yang diamankan oleh Kapal Patroli Dit Polairud Baharkam Polri KP Bisma – 8001. Mereeka  berhasil mengamankan 4 Unit Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam yang tengah melakukan pencurian ikan di laut Natuna Utara.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto didampingi oleh Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Verdianto I. Bitticaca, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, Dir Pemantauan dan Operasi Armada, Direktur PP dan Kepala KPU Bea Cukai Batam, saat Konferensi Pers di Dermaga Pelabuhan Batuampar, Kota Batam, Selasa (31/8/21).

“Jadi pada jumat 27 Agustus 2021 yang lalu Kapal Patroli Dit Polairud Baharkam Polri KP. Bisma – 8001 berhasil melakukan penangkapan terhadap 4 unit Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam, Kapal tersebut diamankan diwilayah perairan Natuna Provinsi Kepri, Kapal Ikan Asing ini juga telah melakukan penangkapan ikan secara Ilegal diwilayah Laut Natuna Utara yang masuk didalam Zona Ekonomi Eksklusif dan masuk dalam wilayah perairan Indonesia dan saat ini Kapal Ikan Asing tersebut telah ditarik dan sekarang berada di dermaga dan 40 orang diamankan terdiri dari 36 ABK dan 4 Nakhoda dengan barang bukti 4 unit kapal penangkap ikan dan 1 Ton ikan hasil tangkapan,” kata Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Dijelaskannya, pihaknya menempatkan 9 unit kapal yang di bawah komando operasi Bapak Kapolda Kepri, dari 9 unit kapal tersebut saya menempatkan 1 orang perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal untuk bertugas sebagai supervisor sekaligus pengendali dan berkoordinasi dengan Kapolda Kepri untuk bekerjasama dalam pengamanan laut. Disamping itu dilakukan juga kolaborasi dan sinergitas dengan instansi terkait lainnya seperti Dirjen PSDKP, TNI AL dari Bea Cukai sehingga dengan kolaborasi ini walaupun kami bekerja dengan undang-undang yang berbeda tetapi tekad kami satu untuk mengamankan wilayah laut Republik Indonesia kemudian menjaga kekayaan alam yang ada di laut.

“Kita semuanya sengan satu tujuan jangan sampai dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

Selanjutnya Dirjen PSDKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin mengatakan hal ini dilakukan karena melaksanakan amanah Undang-Undang yang diberikan.

“Kita diamanahi Undang-Undang, jadi tidak ada kata tidak, tidak ada kata kompromi untuk membasmi Illegal Fishing di wilayah Republik Indonesia,” kata Dirjen PSDKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin.

Saat ditanya oleh awak media tentang berapa kerugian Negara akibat dari pencurian ikan ini, Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih mengatakan bahwa kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari empat kapal pencuri ikan ini per tahun nya bisa mencapai Rp 1 Triliun lebih. (Red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here