Satu unit tongkang berisi pasir dan satu unit tug boat serta sejumlah alat berat diamankan/BX/Foto: Jkf

Batamxinwen, Batam – Guskamla Koarmada I menutup aktifitas tambang pasir ilegal di Pulau Citlim. Satu unit tongkang berisi pasir dan satu unit tug boat serta sejumlah alat berat diamankan.

Komandam Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama Yayan Sofyan mengatakan, aktifitas tambang pasir ilegal di pulau itu terungkap berdasarkan laporan dari masyarakat maritim di sekitar pulau itu.

“Menanggapi laporan masyarakat, kami langsung memerintahkan KRI Torani untuk melakukan investigasi,” kata Laksamana Pertama Yayan Sofyan di dermaga Lanal Batam, Kamis (25/7).

Lanjutnya, penyelidikan dan pengintaian KRI Torani yang merupakan unsur BKO TNI AL untuk Guskamla Koarmada I itu mendapati adanya aktifitas alat-alat berat tambang pasir di pulau yang berjarak tempuh 2,5 jam perjalanan laut dari Kota Batam itu.

“Hasilnya, KRI Surik menemukan apa yang harus ditindaklanjuti dan memiliki landasan hukum yang jelas, sehingga kami menugaskan KRI Surik untuk melakukan penegakaan hukum di sana,” kata Laksamana Satu Yayan Sofyan.

Saat diperiksa, para pekerja di pulau itu sana sekali tidak bisa menunjukan dokumen yang mengizinkan aktifitas tambang pasir di pulau itu.

Laksamana Satu Yayan Sofyan juga menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Kepri sudah mengeluarkan surat pengehentian sementara aktifitas eksploitasi pasir terhadap 20 perusahaan yang tersebar di seluruh Kepri.

“Surat penghentian sementara itu dengan nomor 540-221/PM/ESDM/VI/2019 tanggal 12 Juni 2019,” katanya. (Jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here