Harley Davidson Pesanan Petinggi Dikabarkan Milik Salah Satu Showroom Otomotif di Batam

BATAMXINWEN.COM — Motor Moge Harley Davidson yang ditolak petugas Bea Cukai Roro untuk menyebrang ke Tanjungbalai, Karimun, melalui Pelabuhan Telaga Punggur.Rabu (31/1/2017) dikabarkan milik salah satu penggusaha showroom otomotif di Batam.

Motor gede tersebut diduga sudah dipesan salah seorang pejabat dan akan dikirim melalu roro sampai Buton berlanjut menuju jalan darat Sumsel, namun ditahan Bea Cukai karena tidak memiliki dokumen sah, showroom GA diduga sudah biasa melakukan hal itu.

Menurut salah seorang sumber, Para pemain barang ilegal sudah biasa memanfaatkan pelabuhan ini , parahnya sering memanfaatkan nama pejabat agar bisa diloloskan bahkan ngotot agar bisa diloloskan.

“Sudah sering terjadi bahkan sering menggataskan nama pejabat dan mengancam lagi,” Kata Salah seorang petugas Syahbandar yang enggan namanya dipublis.Senin(06/02/2017).

Bahkan, lanjut dia, para pemain barang ilegal ini menganggap biasa karena sudah bermain tingkat atas, contohnya truk barang dengan kapasitas over saban hari bisa lolos menyeberang.

Truck Overkapasitas di Bongkar Bea Cukai Punggur
Truck Overkapasitas di Bongkar Bea Cukai Punggur

Sementara itu, saat awak media mengkonfirmasi kebenaran motor tersebut diduga milik Shouwroom GA melalui penanggung jawabnya TD mengunakan no Hp0811xxxxxx enggan berkomentar.

Diberitakan sebelumnya, Pickup jenis colt diesel nopol BP 8548 EY diduga membawa motor merek Harley Davidson seri Police, ditolak petugas Bea Cukai Roro untuk menyebrang ke Tanjungbalai, Karimun, melalui Pelabuhan Telaga Punggur karena tidak bisa menunjukan dokumen resmi kendaraan, Rabu (31/1/2017).

Kepala Pos Bea Dan Cukai Pelabuhan Telaga Punggur, sempat hendak mengamankan pickup beserta muatannya. Namun, terjadi adu mulut ‎antara Dharma dan supir pickup, yang mengaku bahwa motor Harley Davidsonnya itu pesanan seorang petinggi di Palembang.

“Motor itu kami larang menyebrang karena nomor seri nopolnya V. Mobil maupun motor yang memiliki plat seri V dilarang keluar dari Batam,” ujar Dharma pada wartawan.

Menurut Dharma, pickup tersebut hendak menuju Palembang melalui Tanjungbalai Karimun lalu ke Buton sebelum ke Palembang‎.

Walau sempat adu mulut, akhirnya, supir bersama pickupnya memilih pulang membawa Harley Davidson yang dibungkus rapi menggunakan terpal warna silver itu.(red/jkf/tan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here