BatamXinwen, Batam – Kondisi Desa Mentebung di Pulau Pejantan, pulau terpencil di Pulau Tambelan, Kabupaten Bintan, yang terisolasi dari dunia, cukup menghebohkan. Keterisolasian dan keterbatasan penduduk serta minimnya infrastuktur di desa itu mencuat,setelah seorang pegawai BP3TI, Budi Sahrul, menulis kondisi Pulau Pejantan itu media sosial,Selasa (11/9).

Di laman media sosialnya Budi mendeskripsikan keadaan di Pulau Pejantan yang yang warganya beragama islam namun tidak memiliki mushola dan guru ngaji. Bahkan, warganya yang meninggal tidak disalatkan lantaran tidak ada guru ngaji di Pulau Pejantan.

Terkait kondisi Pulau Pejantan itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi S.sos menjelaskan, justru keberadaan pegawai BP3TI, Budi Sahrul, yang membangun tower di pulau itu merupakan inisiatif Pemkab Bintan.”Tujuannya untuk membuka keterisolasiran beberapa pulau-pulau yang memang akses komunikasinya sangat sulit dijangkau.

” kata Apri.

Pulau Pejantan memang menjadi salah satu pulau yang sangat sulit diakses dari Pulau Tambelan. Diperlukan waktu sekitar 8 jam perjalanan transportasi kapal laut rakyat dari Pulau Tambelan untuk sampai menuju ke pulau tersebut.

Sementara itu, Camat Tambelan Hidayat ZA mengungkapkan bahwa sesuai dengan instruksi Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dimana dalam waktu dekat pemerintah daerah akan segera membangun musholla disana. Keberadaan mushola juga sebagai jawaban atas pengentasan masalah sosial kepada penduduk pulau yang terdiri dari 40 orang jiwa/14 KK.

” pemerintah daerah Kabupaten Bintan melalui pemerintah desa dan masyarakat nantinya secara bersama-sama akan segera membangun mushola disana, hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Bintan baru-baru ini ” ujarnya , Selasa (11/9) pagi.

Selain pembangunan musholla, pemerintah desa juga merencanakan untuk menempatkan guru ngaji yang nantinya akan menetap tinggal disana. Hal tersebut menurutnya sebagai bagian dari keberlangsungan terhadap pengetasan masalah sosial tersebut.

” Hasil koordinasi nanti akan ada guru pendidikan dan guru ngaji yang akan menetap disana. Guru SD untuk menunjang pendidikan dimana sarana sekolah sudah kita bangun sejak tahun 2017 yang lalu, dan guru ngaji dengan sarana musholla yang akan kita bangun tahun 2018 ini juga ” tutupnya.(And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here