BatamXinwen, Tanjungpinang – Sejumlah honorer dan tenaga ahli di DPRD Provinsi Kepulauan Riau terdaftar sebagai bakal calon legislatif Tanjungpinang.

Sekretaris DPRD Kepri, Hamidi sebagaimana dilansir Antara di Tanjungpinang, Selasa, membenarkan sejumlah honorer terdaftar sebagai bacaleg.

“Kami masih mendalami persoalan itu. Yang kami ketahui baru tiga orang honorer, dan seorang tenaga ahli,” ujarnya.

Hamidi mengemukakan honorer yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019 masih tetap bekerja sebelum memasuki Daftar Caleg Tetap (DCT) Tanjungpinang.

“Kami belum mengambil keputusan sampai mereka ditetapkan sebagai caleg. Mereka akan diberhentikan setelah masuk DCT,” katanya.

Hamidi mengatakan pemberhentian terhadap honorer dan tenaga ahli disebabkan gaji mereka bersumber dari anggaran daerah.

“Bukan hanya ASN, melainkan honorer dan tenaga ahli pun harus mendapat perlakuan yang sama karena gaji bersumber dari anggaran negara atau daerah,” tegasnya.

Sementara itu Komisioner KPU Kepri, Arison mengatakan, persyaratan menjadi caleg tidak disebutkan harus berhenti sebagai honorer atau tenaga ahli.

“Kecuali ASN, pegawai BUMN dan BUMD, wajib mengundurkan diri. Jika tidak ada surat pengunduran diri, maka tidak memenuhi persyaratan,” katanya.

Ia mengemukakan pemberhentian terhadap honorer dan tenaga ahli yang mencalonkan diri pada Pemilu 2019 tergantung kebijakan Pemprov Kepri.

“Kami tidak masuk dalam wilayah itu,” ucapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here