Suasana Pemilu di Den Haag, Belanda, Sabtu (13/4/2019). (Foto: Instagram @tessatamin)

Batamxinwen, Jakarta – Warga Negara Indonesia (WNI) di Belanda harus antre panjang dan lama demi bisa menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan umum (pemilu) luar negeri yang lebih dulu diadakan, Sabtu (13/4/2019) kemarin.

Tessa Tamin, seorang warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di Rotterdam, Belanda, harus mengantre selama lebih dari 3,5 jam untuk dapat menggunakan hak suaranya di Den Haag. Sekolah Indonesia Den Haag menjadi satu-satunya lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Negeri Kincir Angin itu.

Hujan dan salju yang perlahan turun saat ia mengantre bersama ribuan WNI lainnya tidak menyurutkan semangat pria yang bekerja di perusahaan multinasional itu.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram-nya tampak beberapa pengantre menggunakan payung dan jaket tebal berpenutup kepala untuk melindungi diri dari salju dan hujan yang sempat turun.

“(Antre) 3,5 jam lebih karena cuma ada lima TPS untuk sekitar 7.000 orang,” tulisnya dalam pesan singkat kepada CNBC Indonesia, Sabtu malam waktu Jakarta.

“Tidak jelas mekanismenya. Jadi, orang harus antre dan akhirnya banyak yang nyerobot (antrean),” tambahnya.

Waktu pencoblosan yang disediakan pihak Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag adalah pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat.

“Mungkin kalau (waktu pencoblosan tiap pemilih) dibagi menurut jam dan lebih jelas mekanismenya, ini tidak akan terjadi,” ujar Tessa.

Selebaran informasi dari PPLN Den Haag yang diteruskan Tessa kepada CNBC Indonesia hanya mencantumkan waktu dan lokasi pemungutan suara serta transportasi umum maupun bus penjemputan yang tersedia bagi para pemilih yang ingin menuju ke lokasi TPS.

Pemungutan suara di luar negeri sudah dimulai pada 8 April hingga 14 April 2019, menurut keterangan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, penghitungan suara tetap dilakukan pada 17 April 2019 mendatang.

Sumber: CNBC Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here