Naomi, PKL Pasar Induk Jodoh. Foto: BX/bintang

Batamxinwen, Batam – Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Induk Jodoh, Batam tetap keras menolak menempati kios sementara yang sudah disediakan Pemerintah Kota Batam.

Pasalnya kata para pedagang, untuk masuk ke kios tersebut mereka harus menyewa kepada pihak swasta dengan membayar uang sewa setiap bulannya yang mencapai harga Rp 1 juta.

“Dulu tahun 2003 kios disini kami beli. Sekarang enak saja mereka suruh pindah dan menyewa,” kata Naomi, perwakilan pedagang, Sabtu (23/11).

Ya diungkap Naomi, di masa Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Batam yang dijabat oleh Zulbahri, ada transaksi jual beli kios yang telah disepakati antara pedagang dan Pemko.

Transaksi itu berupa sertifikat izin menempati kios yang mengharuskan pedagang membayar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Dimana sertifikat itu diberikan untuk pedagang agar nantinya bisa menempati tahap II pembangunan Pasar Induk yang sejak tahun 2006 tak kunjung selesai.

“Apa jadi gunanya sertifikat yang kami beli ke mereka ini, udahlah kios digusur terus pindah kami disuruh sewa,” keluh Naomi.

Selain itu kata Naomi, mereka takut bila di pasar induk tahap II ini nanti, nasibnya akan sama dengan pasar induk tahap I yang gagal pada proses pengembangannya itu.

Kata Naomi, yang ditakutkan, kembali terjadinya permainan licik dari oknum-oknum tertentu yang menjual kios – kios tersebut kepada pedagang yang tak punya hak atau tak punya keahlian dalam berdagang.

“Di tahap I itu kami yang didata seharusnya cuma untuk sekitar 700 pedagang. Pas realisasinya meningkat dia jadi 1.400. Udah jelaslah di mark up. Terus banyak lagi kios-kios kosong yang sudah dipunyai orang tapi orangnya tak pernah jualan, kan merusak pasar yang seperti itu, kelihatan sepi,” kata Naomi lagi.

Lanjut Naomi, dia juga punya harapan yang sama seperti masyarakat lainnya. Di mana Batam juga punya pasar induk yang berkelas. Namun kalau tujuan Pemko ingin membuat Pasar Induk seperti tahap I, mustahil hal itu terealisasi. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here