ilustrasi makan sambil berjalan (foto: net)

Batamxinwen, Jakarta – Kita dianjurkan untuk duduk di saat kita menikmati makanan. Namun terkadang, ketika kesibukan melanda, makan saja tak sempat.

Alhasil, kita harus menyantap makanan sambil terus bekerja —multitasking. Bahkan, bukan tak mungkin bila kita akhirnya memesan makanan yang dibungkus dan akan sembari berjalan.

Meski lebih mempersingkat waktu, ternyata makan sambil jalan bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehatan, lho. Salah satu efek yang paling besar adalah membuat kita jadi makan lebih banyak.

Menurut sebuah studi oleh Universitas Surrey pada tahun 2015 yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology, responden yang makan sambil berjalan cenderung menyantap makanan dalam jumlah lebih banyak. Bahkan, jumlahnya lebih besar ketimbang mereka yang makan sambil menonton televisi.

“Makan sambil jalan akan memicu orang makan lebih banyak setelahnya,” ujar pemimpin penelitian Jane Ogden, seperti dikutip dari Business Insider.

Kenapa bisa demikian?

Rupanya, perasaan puas saat makan dipengaruhi oleh dua sisi, dari segi mental dan fisik. Pikiran kita akan memberi sinyal kenyang, sebagaimana perut kita merasa kenyang.

Nah, berjalan akan memberikan distraksi yang besar terhadap kegiatan makan kita. Akibatnya, kemampuan kita dalam memproses efek makan yang menghasilkan rasa kenyang dan puas jadi berkurang.

Selain itu, berjalan juga dapat menyebabkan kita secara tak sadar memberikan reward terhadap diri sendiri.

“Berjalan, bahkan hanya di sekitar koridor, dapat dianggap sebagai bentuk latihan yang pada akhirnya membenarkan makan berlebihan menjadi bentuk hadiah,” tambah Ogden.

Meski berjalan adalah distraksi terbesar dan paling berpengaruh, namun gangguan dalam bentuk apapun –termasuk makan di meja kerja dapat memicu kenaikan berat badan.

Intinya, selama kita tak berkonsentrasi penuh dalam menikmati makanan, efek negatifnya adalah tak menyadari makanan apa saja yang kita makan. Khususnya, jumlah makanan yang sudah masuk, akhirnya membuat berat badan melonjak, bahkan memicu obesitas.(*)

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here