Batamxinwen, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) bakal digelar PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) atau GIAA hari ini, Rabu (22/1). Rapat digelar di kantor pusat perusahaan, Cengkareng, Jakarta.

Rapat ini akan mengesahkan jajaran komisaris dan direksi baru perusahaan setelah terbukanya skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton beberapa waktu lalu. Hampir semua jajaran direksi dicopot dan menyisakan dua pimpinan, kemudian dibantu oleh pelaksana tugas sementara.

Triawan Munaf Calon Komisaris Utama

Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, disebut-sebut sebagai calon Komisaris Utama Garuda Indonesia. Namanya merebak sejak kemarin.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, dia mengaku belum tahu dan hanya menjawab rasa syukur jika benar dipilih. “Amiin. (Tapi) saya juga enggak tahu,” kata Triawan Munaf singkat kepada kumparan, Selasa (21/1).

Jika Triawan Munaf benar menjadi Komisaris Utama Garuda, maka dia akan menggeser Sahala Lumban Gaol yang saat ini menduduki kursi tersebut. Sahala merupakan staf ahli di Kementerian BUMN era Rini Soemarno. Dia menjabat banyak kursi komisaris BUMN lainnya.

Irfan Setiaputra Calon Dirut Terkuat

Sementara itu, mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI, Irfan Setiaputra, disebut-sebut sebagai calon kuat Direktur Utama Garuda Indonesia. Irfan yang kini berkiprah di perusahaan teknologi informasi swasta, membenarkan sudah dipanggil Erick Thohir.

“Masih yang umum-umum saja. Tapi pastinya enggak ngomongin Anda,” katanya menjawab pertanyaan kumparan, Selasa (14/1), saat ditanya topik pembicaraannya dengan Erick Thohir.

Selain Irfan, ada nama lain yang sempat muncul sebagai orang nomor satu di Garuda Indonesia. Yakni Juliandra Nurtjahjo yang saat ini menjabat Dirut Citilink dan Faik Fahmi yang masih menjabat Direktur Utama PT Angkasa Pura I.

Erick Thohir Sudah Pilih Lebih Dulu

Awal bulan ini, Menteri BUMN Erick Thohir sebenarnya telah menunjuk direksi dan komisaris baru Garuda Indonesia lebih dulu. RUPSLB yang digelar hari ini hanya untuk pengesahannya saja.

Erick juga memberi sinyal tak hanya jajaran direksi yang diganti, tapi kursi komisaris juga ikut dirombak. Akan tetapi, dia tak membeberkan siapa nama pimpinan Garuda Indonesia pilihannya.

“Garuda itu perusahaan Tbk jadi tentu prosesnya harus melalui RUPSLB, (kalau) saya ngomong dibilang melanggar. Mohon maaf kadang-kadang kita sebagai pemegang saham ingin memastikan figur-figur yang diberikan ini figur yang tepat,” katanya di Kantor Kementerian BUMN, Jumat (10/1).*

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here