Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchy (tengah) bersama anggotanya. Foto: BX/jkf

Batamxinwen, Batam – “Anakku na burju, anakku hasianku, anaku nalagu, ingot do amang, di akka podani…” Lirik Lagu Batak berjudul Anakku Na Burju yang artinya “Anakku yang baik, anakku sayang, kau sangat mengingat nasehat orang tua mu” ini seketika membuat delapan pelaku pencurian yang sedang diperiksa di Unit II Polsek Batam Kota ini tertunduk, Rabu (6/11).

Beberapa di antaranya mulai sesegukan. Matanya mulai memerah. Tetes air mata pun tak terbendung lagi. Ada yang menangis sambil menundukkan kepalanya. Ada juga yang hanya sekedar mengusap air mata dengan tangan yang masih terborgol.

Saat masih larut dalam kesedihan dan penyesalan, ke delapan pelaku pencurian kabel di wilayah Batam Kota itu kemudian diberi nasehat.

“Apa yang sudah kalian lakukan tetap harus kalian pertanggujawabkan secara hukum. Tapi yang paling penting, setelah kalian bebas nanti kami berharap kalian tidak mengulangi perbuatan kalian lagi. Ingat orang tua dan keluarga kalian di rumah,” kata Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Ipda Siswanto Eka Putra, SH MH menasehati.

Menurut Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchy melalui Ipda Putra, memperdengarkan lagu-lagu yang berisi nasehat atau lagu-lagu yang menyentuh hati serta lagu-lagu rohani dan nasehat kepada para pelaku kriminal yang ditangani pihaknya, merupakan salah satu cara untuk mencegah para pelaku tidak mengulangi perbuatannya setelah menjalani hukumannya nanti.

“Kita berharap para pelaku menyadari bahwa perbuatannya ini adalah tindakan melawan hukum yang merugikan orang lain. Sehingga mereka Sadar dan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Ipda Putra pada Batamxinwen.com, Rabu (6/11).

Lanjutnya, sikap preventif ini adalah upaya pihaknya dalam mengubah mental para pelaku kriminal dengan cara yang humanis, agar pelaku tidak kembali bergelut dalam dunia kriminalitas yang dapat mengantarkannya kembali ke balik jeruji besi. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here