Eks pedagang Pasar induk Jodoh menggelar aksi demo di Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (7/11). Foto: BX/zel

Batamxinwen, Batam – Pasca penggusuran plapak pedagang Pasar Induk Jodoh pekan lalu, eks pedagang yang digusur menggelar aksi demo di Kantor Pemerintah Kota Batam Dan DPRD Kota Batam, Kamis (7/11).

Dalam aksi demonya, ratusan eks pedagang pasar induk menuntut Enam hal.

Pertama, menolak segala bentuk pengusuran secara paksa. Kedua meminta Pemko Batam bertanggung jawab terhadap nasib korban pengusuran pasar induk Jodoh itu.

Ketiga, menuntut Pemko Batam transparan soal hubah lahan 5 hektar BP Batam di Pasar Induk Jodoh itu. Keempat, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut proses revitalisasi pasar induk.

Kelima, meminta DPRD Kota Batam berpihak terhadap korban pengusuran. Keenam, pengusuran paksa adalah pelanggaran HAM berat, yakni sesuai dengan UUD 1945, UU nomor 39 tahun 1999, UU nomor 11 tahun 2005, resolusi PBB nomor 77 tahun 1993.

Jika tuntutannya tidak dipenuhi, para pedagang menyatakan akan terus melawan ketidakadilan yang mereka terima.

“Kami akan lawan sampai pemerintah sadar. Kami ini sekarang tidak bisa berjualan, barang- barang kami kemarin habis kena gusur. Mereka menggusur kami seolah-olah kami ini binatang,” ujar seorang emak-emak dalam orasinya. (zel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here