Veronica Ira Trisusanti semasa hidupnya, foto : FB

Batamxinwen, Batam – Minggu (19/5) pagi, langit di atas Rumah Duka Marga Tionghoa, Batu Batam, Baloi, diselimuti mendung. Gerimis sepanjang pagi itu membuat aspal di pelataran Blok J rumah duka basah seolah turut mengantarkan Veronica Ira Trisusanti (48) ke peraduan terakhirnya.

Pipi Lucky Chui juga terlihat nyaris basah karena air mata saat menceritakan kembali kejadian yang dialaminya bersama istri tercintanya, Ira, saat diserang begal di jalan di bawah Hotel Vista, Rabu (16/5) lalu, hingga detik-detik sebelum Ira meninggal.

Menurut Lucky, kejadian berawal saat ia mengajak istrinya untuk berolah raga pagi di jalan keluar dari Hotel Vista. Tempat itu ia pilih karena udaranya yang segar dan banyak pepohonan.

“Kami sampai di sana sekitar pukul delapan,” ujarnya.

Ketika sedang asyik berolah raga, lanjut Lucky, tepat di pertengahan jalan, tiba-tiba dua orang pria muda yang mengendarai motor bebek datang dari arah bawah jalan dan langsung menghadang keduanya.

Seorang pria muda membawa senjata tajam jenis clurit. Seorang lagi menunggu di atas motor.

“Yang bawa clurit langsung mendekat dan meminta kami menyerahkan barang berharga sambil mengayunkan clurit,” kata Lucky.

Lucky mengaku sempat melakukan perlawanan dengan menendang pelaku begal sambil melindungi istrnya. Namun, karena pelaku membawa clurit, Lucky dan istrinya terdesak dan terus melangkah mundur hingga keduanya terjatuh.

“Terus saya berteriak sekeras-kerasnya minta tolong. Karena saya teriak pelaku akhirnya lari,” katanya.

Lucky kemudian menolong Ira. Saat itu, kata Lucky, ia melihat dari mulut Ira keluar buih dan tak sadarkan diri. Ira pun dilarikan ke RS Awal Bross.

Setelah pingsan dan siuman lagi, sebelum menjalani CT Scan dan pingsan lagi, Lucky mendengar Ira menyebut nama Romo Paschal, Rohaniawan satu gerejanya.

“Ketika saya membisikan agar dia kuat dan percaya bahwa Tuhan bersamanya, saya dengar dia sebut nama Romo Paschal. Setelah itu dia bicara dengan bahasa yang tidak saya mengerti, lalu dia pingsan,” kata Lucky.

Setelah pingsan, Ira menjalanin CT Scan dan operasi untuk megatasi pendarahan di kepalanya. Namun takdir berkata lain. Ira meninggal dunia pada sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (17/5). (Jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here