BatamXinwen, Batam – Kapolsek Sei Beduk AKP S Saragih melalui Kanit Reskrim Ipda Budi Santoso, SH mengungkap modus dua pelaku hipnotis yang ditangkap Unit Reserse Kriminal Polseknya, Senin (2/7).

“Sebenarnya tidak ada ilmu gendam yang digunakan dua pelaku,” kata Budi pada BatamXinwen.

Menurut Budi, pelaku hanya menggunakan kemampuannya berbicara untuk meyakinkan korbannya.

Dalam berbicara itu, pelaku juga terus mendesak korbannya agar tidak sempat berpikir dan akhirnya ikut kemauan pelaku.

Selain itu, pelaku juga menggunakan jam tangan palsu merk terkenal beserta kartu garansinya, dan uang ringgit Malaysia untuk meyakinkan korbannya.

Dalam aksinya, pelaku mengaku sebagai Warga Negara Malaysia dan baru saja menjadi korban pencopetan.

Lalu pelaku minta korban untuk menyerahkan uang beserta perhiasannya. Agar korbannya yakin, korban diberi jam tangan.

Setelah berhasil memperdaya korbannya, pelaku yang menggunakan mobil itu, kemudian menurunkan korbannya di tengah jalan.

“Jadi, kami himbau pada warga agar waspada terhadap orang berlogat Malaysia dan menawarkan jam tangan mahal,” kata Budi.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Seibeduk mengamankan dua pelaku penipuan hipnotis, Dosben dan Deslin pada Selasa 19 Juni lalu, atas laporan Novi Yanti, korbannya.

Kedua pelaku menggasak hape, uang tunai, dan perhiasan Novi saat beraksi di parkiran PT Sumitomo, Mukakuning. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here