Batamxinwen, Jakarta – Dua bulan terakhir, setidaknya ada dua pesawat yang putar balik karena berurusan dengan virus corona. Maskapai WestJet Airlines misalnya, pesawat mereka putar balik menuju bandara di Toronto, Kanada, setelah salah seorang penumpang berbohong terkena virus corona.

Lalu, ada pula maskapai asal Amerika Serikat bernomor penerbangan United 1562 yang terpaksa putar balik, karena ada salah seorang penumpang yang sakit. Penumpang yang tak disebutkan namanya itu batuk dan bersin, sehingga memicu kepanikan dalam kabin pesawat.

Mewabahnya virus corona memang bikin parno. Penyakit mematikan ini telah berhasil melumpuhkan banyak negara dan mengambil nyawa ribuan orang di dunia.

Untuk menghindari penyebaran COVID-19 yang makin meluas, pemerintah pusat di Indonesia bahkan sudah mengimbau untuk tidak melakukan perjalanan non-esensial. Berarti ada masanya, kamu mesti terbang dengan pesawat untuk kepentingan tertentu, kan.

Sebagai moda transportasi umum, tentu saja pesawat disinggahi oleh banyak orang dari berbagai latar belakang, serta riwayat penyakit. Demi keselamatan, petugas bandara juga bahkan telah menyiapkan alat pengukur panas tubuh sebelum penumpang memasuki kawasan bandara.

Tapi, tetap saja ada kemungkinan kamu berada satu kabin pesawat dengan penumpang yang sakit. Apabila itu terjadi, apa yang harus dilakukan?

Dilansir Lonely Planet, kamu dianjurkan untuk meminimalisir kontak antara penumpang tersebut dengan penumpang lain, dirimu sendiri, serta awak kabin. Kalau bisa, penumpang yang sakit dipisahkan dari penumpang lainnya dengan jarak sekitar 2 meter.

Kamu bisa memberi tahukannya pada awak kabin, sehingga nantinya hanya ada satu orang kru saja yang ditunjuk untuk melayani orang tersebut. Berikan masker pada penumpang yang sakit tersebut.

Tapi, kalau tak punya, kamu bisa meminta mereka untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk atau bersin. Ingatkan juga mereka untuk menutupi bersin atau batuknya dengan siku, bukan tangan.

Usahakan untuk tetap tenang, karena awak kabin biasanya sudah lebih mengerti apa yang harus dan akan mereka perbuat. Biasanya, setelah mendarat di tempat tujuan, kamu nantinya akan disuruh menunggu sambil pihak berwenang melakukan tugasnya mendisinfektan kabin dan mengecek penumpang.

Selanjutnya, kamu mungkin akan diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari, sesuai dengan masa inkubasi virus. Pastikan untuk mendengar secara utuh dan menyeluruh seluruh instruksi dari awak kabin, agar kamu tak kesulitan.

Sama seperti virus lainnya, virus corona atau yang dikenal pula sebagai SARS-CoV2 ini memang bisa menular melalui droplet. Baik yang berasal dari batuk, bersin, atau sekadar berbicara.

Bedanya, karena udara dalam pesawat jauh lebih kering dari pada di darat, virus akan kesulitan untuk hidup. Tingkat risiko terjangkit atau tidak akan tergantung pada seberapa lama kamu melakukan kontak dengan penumpang tersebut.

Sering-seringlah mencuci tangan dan usahakan jangan memegang wajah, mata, hidung, atau mulutmu. Kalau merasa tak enak badan sepulang perjalanan, kamu bisa langsung mengisolasi diri selama 14 hari dan menghubungi fasilitas kesehatan untuk melakukan pengecekan.(*)

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here