Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi. (BX/ias)

Batamxinwen, Batam – Kepala Dinas Kesehatan Pemko Batam, Didi Kusmajadi kembali menyikapi polemik yang terjadi antara Rumah Sakit (RS) Graha Hermine dan Rimansyah, Ayah dari bayi premature yang meninggal dunia dan sempat viral di media sosial karena mengeluhkankan tidak dapat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit swasta itu.

Didi mengatakan, bahwa RS tak dibenarkan meminta uang jaminan dan dalam kondisi gawat darurat diwajibkan memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang membutuhkan.

“Jika emergency wajib diberikan pertolongan pertama, itu sudah ada aturannya,” ujarnya, Kamis (1/8/2019) sore.

Sebutnya, bila RS melanggar, dapat diancam berbagai sanksi. Yakni berupa ancaman sanksi teguran hingga pencabutan perizinan pun bisa diterima sebagai ganjaran.

“Peraturan itu jelas tertuang dalam UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Itu ada di pasal 32 dan sanksinya ada di pasal 190,” jelasnya.

Batamxinwen.com mencatat, berdasarkan undang-undang nomor 32 tahun 200 tentang kesehatan pasal 32 disebutkan tiap fasilitas kesehatan (klinik, puskesmas, dan rumah sakit) baik negeri maupun swasta dilarang untuk menolak pasien dan meminta uang muka.

Selain itu disebutkan pula, tiap tenaga kesehatan wajib memberikan pertolongan pertama pada pasisen sebagaimana penjelasan pada pasal 59 ayat 1 undang-undang nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan. Sedangkan untuk sanksi, penjabaran dijelaskan dalam pasal 190.

Sebelumnya, pihak RS dan Rimansyah coba untuk dimediasi dengan difasilitasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi di RS Graha Hermine, Blok B 9 – 15, Ruko Asih Raya, Letjend Suprapto, Buliang, Batu Aji, Kota Batam.

Namun, hasil mediasi ini seolah tidak memberi titik temu, dimana Rimansyah mengaku merasa dipojokkan oleh pihak RS dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, Direktur Rumah Sakit (RS) Graha Hermine, Fajri Izra mengatakan bahwa bayi perempuan Rimansyah itu telah sempat menjalani perawatan di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) milik RS. Graha Hermine Batam.

Sayangnya, apa yang dikatakan oleh Fajri Izra tersebut dibantah mentah-mentah oleh Rimansyah.

“Tidak ada perawatan IGD untuk bayi saya, dan saya tegaskan mereka memang minta jaminan Rp15 juta, bila ingin bayi saya bisa dirawat, bila tidak ada silahkan cari rumah sakit lain katanya,” tegas Rimansyah (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here