Batamxinwen, Batam – Leni, warga warga Perumnas Piayu, menjadi korban alap-alap jalanan yang beraksi di pertigaan pintu empat Mukakuning, Sei Beduk, Kamis (13/6/) sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun, karena aktivitas kesehariannya sangat padat, Leni tak melaporkan llkejadian itu ke Mapolsek Sei Beduk. Tak punya waktu dan karena barang berharganya yang hilang hanya sebuah handphone menjadi alasan Leni tak melaporkan kejadian yang menimpanya.

Meski Leni belum membuat laporan, Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk, Ipda Budi Santosa yang dikonfirmasi Batamxinwen.com terkait aksi penjambretan di wilayah hukumnya itu mengaku sudah mengetahuinya.

“Kita sudah dapat informasi dan melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Tapi korbannya tidak melapor,” kata inspektur dua polisi yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Belakangpadang ini pada Batamxinwen.com, Jumat (14/6).

Terkait aksi kriminal yang meresahkan masyarakat di wilayah hukumnya, Ipda Budi Santosa mengimbau masyarakat untuk tidak segan-segan melapor ke kantor polisi.

Penting membuat laporan polisi atas aksi kriminal yang dialami warga. Salah satunya, agar pelaku bisa dimintai pertanggungjawabannya secara hukum jika suatu saat tertangkap. Dan bisa menjadi petunjuk polisi dalam melakukan antisipasi dan memetakan lokasi rawan aksi kriminal, untuk mencegah aksi kriminal serupa terjadi lagi di tempat yang sama dan di tempat lainnya.

“Laporan apa saja yang meresahkan masyarakat. Kami siap melayani selama 24 jam,” tutup Ipda Budi Santosa. (Rega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here