Jadi Rajagukguk: Tanpa Adanya Kebijakan Kontra Produktif, Batam Menuju Jurang Kematian

BATAMXINWEN.COM, Batam Dalam sebuah pertemuan, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) Gusti Rizal Eka Putra memaparkan pertumbuhan Kepri yang masuk dalam ketgori terendah se-Regional Sumatera.

Dimana saat ini, pertumbuhan ekonomi di Sumatera juga membaik, dari 4,03 di triwulan III menjadi 4,49 di triwulan IV.

Dan tahunnya meningkat dari 3,53 di 2015 menjadi 4,29 di 2016. Ironisnya, di saat pertumbuhan ekonomi tersebut membaik, justru perekonomian Kepri anjlok.

Pada triwulan IV 2016, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 5,24 persen, melambat dibanding triwulan sebelumnya 5,50 persen.

Dan angka pertumbuhan ekonomi Kepri 2016 tercatat 5,03 persen. Lebih rendah dibanding 2015, 6,01 persen (yoy).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada poisisi Agustus 2016 tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,69 persen. Meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 5,63 persen.

Menanggapi hal tersebut, sebagaimana dilansir Batamtoday dan dikutip BatamXinwen.com, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan Badan Pengusahaan (BP)Batam harus memikirkan bagaimana memperkuat investor yang tidak orientasi ekspor.

“Dan jika para pimpinan BP Batam masih tetap “Jalan di tempat”, dan tidak melakukan apa-apa, selain melahirkan kebijakan-kebijakan kontra-produktif, maka selama itu pulalah Batam akan terus bergerak menuju jurang kematian,”jelasnya.

Menyinggung soal investasi lokal dan nasional, Ketua Kadin Batam itu mengungkapkan, sebaiknya BP Batam memberikan prioritas bagi investasi lokal dan nasional. Karena arus investasi asing yang masuk ke Batam saat ini juga masih seret.

“BP Batam harus mendahulukan investor lokal dan nasional dalam memperkuat ekonomi Batam,” tambahnya.(iman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here