BatamXinwen, Batam – Banjir lumpur di Perumahan Tiban Koperasi RW 06 beberapa hari lalu menambah deretan masalah yang ditimbulkan pembangunan proyek yang dikerjakan PT Glory Poin.

Warga Perumahan Tiban Koperasi menuding penyebab banjir itu adalah, karena ditutupnya kolam resapan air di sekitar perumahan oleh PT Glory Poin, yang sedang membangun perumahan. Pasalnya, banjir separah itu baru terjadi selama 23 tahun terakhir.

Banyak barang berharga berupa perabot rumah milik warga yang rusak akibat banjir itu. Senin (6/8) warga pun minta BP Batam agar PT Glory Poin mengembalikan kolam resapan warga.

Bukan baru kali ini PT Glory Poin menimbulkan masalah dalam proyek pembangunannya. Selasa (28/5/2013) silam, ratusan warga Kampung Harapan, Kelurahan Sadai menggelar aksi damai dengan melakukan penghadangan eksekusi lahan yang akan dilakukan PT Glory Point terhadap 13 rumah warga di Kampung Harapan.

Kala itu, Najmi, Ketua Forum Komunikasi RT / RW Kelurahan Sadai mengatakan aksi itu dilakukan sebagai bukti penolakan warga atas eksekusi lahan yang dilakukan PT Glory Point yang melanggar Surat Kesepakatan Bersama (SKB) pada 19 Desember 2012, kesepakatan antara Pemko Batam, BP Kawasan, DPRD Batam, pihak kepolisian, warga dan PT Glory Point. Penghadangan itu sempat berakhir ricuh dan pembakaran beberapa alat berat.

Sebelumnya, January 2013, anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sialoho, sempat berang dengan sikap arogan PT Glory Poin yang membangun ruko di jalur hijau dan daerah aliran sungai (DAS) sudah tidak betul.

” PT Glory Point ini sudah tidak betul lagi. Makanya saya mendesak Pemko Batam agar betindak tegas. Karena bangunan yang dilakukannya selama ini jelas-jelas melabrak aturan yang ada,” tegas Udin P Sihaloho, SH, Kamis (17/1/2013).(sumber Berita BP Batam.

Kini, warga Perumahan Tiban Koperasi masih menunggu pertemuannya dengan BP Batam terkait penyelesaian banjir yang mereka alami. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here