Foto Rozali bin Somat semasa hidup. Foto: ist

Batamxinwen, Batam – Upaya Kepolisian Sektor Batam Kota untuk melacak keluarga Rozali bin Somat (69) belum membuahkan hasil. Jenazah Rozali, korban dugaan bunuh diri, saat ini masih disemayamkan di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menunggu dimakamkan oleh keluargannya.

Rozali ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung di pohon akasia di sekitar Mall Pelayanan Publik, Kecamatan Batamkota, pada Senin, 21 September 2020. Rozali diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri karena sakit yang dideritanya. Dugaan itu berdasarkan temuan sejumlah obat dalam tas ranselnya. Setelah ditemukan, mayat Rozali langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri guna keperluan visum. Sebelum melakukan visum et repertum, polisi terlebih dahulu melakukan swab test untuk mengantisipasi Covid-19, hasilnya negatif. Dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh Rozali, polisi tidak menemukan tanda kekerasan.

Anggota Polsek Batam Kota sedang melakukan olah tempat penemuan mayat Rozali yang ditemukan tergantung di pohon di sekitar Gedung Mall Pelayanan Publik, Batamkota, Senin, 21 September 2020. Foto: ist

Selain obat-obatan, di dalam tas ransel Rozali juga ditemukan Kartu Berobat yang dikeluarkan UPT Puskesmas Lubukbaja. Di kartu berobat Rozali beralamat di Jodoh. Polisi kesulitan mencari keluarganya karena minimnya petunjuk. Satu-satunya petunjuk polisi untuk menelusuri keberadaan keluarga Rozali adalah paspor yang juga ditemukan di dalam ranselnya. Di paspor bernomor B5286499 yang dikeluarkan KBRI Malaysia itu, Rozali beralamat di Desa Paja 7 Padang Bulan, Kota Medan, Sumatera Utara.

“Kami sudah menghubungi kepala dusun di alamat yang tertera di dalam paspor korban untuk mencari keluarganya. Saat ini kami masih menunggu kabar tentang keberadaan keluarga korban,” ujar Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Guchy Octane melalui Kanit Reskrim Iptu Marganda Pandapotan, SH, pada Batamxinwen.com, Jumat, 25 September 2020.

Iptu Marganda mengatakan, dalam waktu tujuh hari ke depan, pihaknya akan terus berupaya menelusuri keberadaan keluarga Rozali agar jenazahnya dapat dimakamkan oleh keluarganya. Namun, jika hingga tujuh hari ke depan pihak keluarganya belum juga ditemukan, pihaknya akan memakamkan jenazah Rozali.

“Tapi jika setelah dimakamkan yang ternyata pihak keluarga ditemukan atau datang, kita akan mencocokan data dan ciri-ciri identik korban yang dimiliki pihak keluarga,” ujarnya.

Bagi pembaca Batamxinwen.com yang mengenali dan mengetahui keberadaan keluarga Rozali, bisa langsung mendatangi Polsek Batam Kota atau ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri untuk memberikan informasi. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here