BX/Istimewa, Maket Jembatan Batam-Bintan

Batamxinwen, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serius merencanakan pembangunan jembatan Batam-Bintan di Kepulauan Riau. Proyek itu bahkan telah mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jembatan Batam-Bintan (Babin) akan melewati empat pulau, yaitu Tanjung Taluk, Pulau Ngenang, Tanjung Sauh, dan Lobam. Panjangnya sekitar 6,5 Km, bakal jadi yang terpanjang di Indonesia.

“Ini tadi Bu Kepala Besar Bendungan meminta saya ke Batam untuk menutup bendungan Sigong. Saya mau ke sana sambil lihat jalurnya untuk jembatan itu. Tapi sudah diputuskan Presiden akan dibangun,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantornya, Selasa (9/7/2019).

Saat ini, tahapan pembangunan masih pada fase Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) sambil finalisasi detail engineering design (DED). Jika proses itu rampung, selanjutnya Kementerian PUPR mulai melangkah pada kebutuhan pendanaan.

Tidak menutup kemungkinan proyek ini mulai dikerjakan pada tahun 2020 mendatang. Berdasarkan DED sementara saat ini, Basuki menyebut bahwa perhitungan kasar anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp3-4 triliun.

Skema pendanaan yang disiapkan tidak hanya mengandalkan dana APBN, tetapi bisa juga melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Bisa [ditawarkan ke swasta]. Makanya, kan dilihat FS-nya nanti detail desainnya itu bisa atau enggak di-KPBU-kan,” urainya.

Jika pakai skema KPBU, nantinya jembatan ini bakal beroperasi sebagai Jalan Tol. “Tergantung, kalau KPBU pasti tol. Kalau APBN ya bukan. Bisa saja tol,” imbuhnya.

Jembatan ini bakal menjadi yang terpanjang di Indonesia. Pasalnya saat ini jembatan terpanjang yang sudah berdiri adalah Jembatan Suramadu. Megastruktur tersebut menghubungkan antara Surabaya dengan Madura dengan total jarak 5,43 Km. Sedangkan di Bali memang ada “jembatan” tol sepanjang 12 km di atas laut dangkal.

Sumber: CNBC Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here