Nikolas Panama, Jurnalis Senior Antara didampingi Ketua PWI Lingga Jhony Prasetya, saat menjadi salah satu narasumber di kegiatan penyuluhan bagi Humas Pemerintahan dan wartawan di Kabupaten Lingga. Foto : Pra/BX

Batamxinwen, Lingga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Pengembangan dan Perbukuan Kantor Bahasa Kepulauan Riau menggelar penyuluhan Bahasa Indonesia dalam jurnalistik bagi kehumas, kominfo, dan wartawan se-Kabupaten Lingga, di Hotel One, Dabo Singkep, (11/10/2019).

Jurnalis dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Nikolas Panama, yang menjadi salah satu narasumber dihadapan 33 peserta yang terdiri Humas instansi Pemerintahan dan wartawan di Kabupaten Lingga, menerangkan cara menulis feature.

“Wartawan yang baik itu yang mampu menulis feature, reportase ini mampu mempengaruhi keadaan, menggugah, bahkan membakar emosional seseorang,” ujar Niko.

Dosen luar biasa FKIP Umrah, Tanjungpinang ini menjelaskan, karya tulis feature untuk berbagai media sangat elastis, ditulis dengan rileks dan magnitude bagi pembacanya. Feature bagian dari karya jurnalistik yang bebas dari opini, dituliskan dengan gaya bertutur, diwarnai unsur sastra yang mampu melahirkan metafora bagi pembacanya. Berita atau peristiwa yang sudah lama terjadi akan menarik jika disajikan berita feature.

“Feature mampu mengungkap diksi simbolisme berbagai peristiwa sarkas, mengandung konflik, sosial kontrol, ketegangan dan berbagai keberhasilan, tidak menggurui dan mengalir seperti air melalui gaya bertutur,” imbuhnya.

Feature, terang Niko, adalah artikel kadang-kadang subjektif yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.

“Cerita yang di tuliskan tetap merupakan tulisan jurnalistik yang dibuat berdasarkan fakta.’’terang pria yang pernah menyabet Juara I karya jurnalistik Koarmarbar tahun 2017. (pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here