Peresmian 13 titik penyalur BBM Satu Harga oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Jumat (11/10/2019) yang dipusatkan di SPBU Kompak 56.862.03 Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dok. BPH Migas)

Batamxinwen, Lembata, NTT Badan Muhidin H. Samsudin masih berpeluh ketika senja mulai meredup, Kamis (10/10/2019). Dia hanya satu dari puluhan orang yang begitu semangat mempersiapkan peresmian sebuah SPBU.

Ya, SPBU Kompak 56.862.03 di Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), diresmikan esok harinya, Jumat (11/10/2019). SPBU itu menjadi yang pertama dimiliki Kabupaten Lembata, sejak RI merdeka.

Tak ayal, Muhidin bersama warga lainnya menyambut antusias momentum peresmian tersebut. Betapa tidak, sebelum ada SPBU tersebut, Kabupaten Lembata yang wilayahnya meliputi di seluruh Pulau Lembata, hanya memiliki satu Agen Premium dan Minyak Solar (APMS).

APMS tersebut berada di Lewoleba, sebuah kecamatan ibu kota administratif Kabupaten Lembata, yang berjarak sekitar 60 km dari Omesuri. Untuk menuju ke APMS tersebut, warga Omesuri juga harus melalui perjuangan berat.

Akses antar kecamatan di Lembata berkelok-kelok, melalui tebing-tebing membelah bukit. Kondisi jalannya pun belum seluruhnya teraspal, sebagian masih berupa gundukan tanah berbatu.

“Angkot di sini harus berangkat dini hari untuk mengantre di APMS itu. Jadi walau tidak bawa penumpang dia tetap berangkat untuk mengejar bensin, dan jumlahnya dibatasi,” ungkap Muhidin.

“Padahal APMS baru buka jam 8 pagi, itu sudah berjejer 1 km mobil mau beli,” lanjutnya.

Selain mengandalkan APMS, sebenarnya ada beberapa penjual bensin eceran di sejumlah titik pelosok desa. Namun, harganya bisa berlipat-lipat. Per botol (sekitar 600 ml), premium dijual berkisar antara Rp 10-30 ribu.

Kini, SPBU Omesuri telah beroperasi sebagai salah satu titik penyalur BBM Satu Harga di Indonesia. Di Lembata, selain SPBU Omesuri, juga diresmikan satu SPBU lain yang berlokasi di Kecamatan Nubatukan, sebagai bagian dari 170 titik penyalur di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) yang melayani BBM dengan harga yang sama dengan di wilayah lainnya, Rp 6.450 untuk jenis Premium dan Rp 5.150 untuk Biosolar.

Camat Omesuri, Siprianus Suya, membeberkan betapa bahagianya masyarakat setelah punya SPBU. Menurutnya, banyak manfaat yang diraih dengan kehadiran SPBU tersebut.

“Dengan SPBU peningkatan ekonomi masyarakat bisa terlayani. Penyelundupan BBM ilegal bisa terhindarkan,” paparnya.(*)

Sumber: CNBCIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here