Kadinkes Pemko Batam Didi Kusmajadi memfasilitasi pertemuan pihak RS Graha Hermine dan Rimansyah, foto : Istimewa

Batamxinwen, Batam – Rumah Sakit (RS) Graha Hermine dan Rimansyah, ayah dari bayi premature yang meninggal karena sempat ditolak saat meminta pelayanan kesehatan oleh pihak RS, akhirnya dimediasi, Rabu (31/7) pagi.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, ini berlangsung sekitar 30 menit di RS Graha Hermine, Blok B 9 – 15, Ruko Asih Raya, Letjend Suprapto, Buliang, Batu Aji, Kota Batam.

“Hanya miss komunikasi saja, menurut RS tidak ada jaminan sampai Rp15 juta, cuma intinya sudah dianggap clear,” kata Didi Kusmarjadi saat dikonfirmasi.

Namun sayangnya, menurut Rimansyah, pertemuan tersebut tidak menghasilkan apapun, selain pihak rumah sakit yang balik berdalih dan memojokkan dirinya.

“Mereka balik memojokkan saya dan RS berdalih di mediasi tadi. Mereka berdalih tidak ada minta jaminan Rp15 juta,” ujar Rimansyah.

Rimansyah menuturkan, kalau benar apa yang disampaikan pihak RS yang tidak mematok harga jaminan, tentu dirinya tidak akan berbalik arah dan membawa bayi perempuannya yang sedang kritis tersebut ke RSUD Embung Fatimah.

“Mereka baru bilang seperti itu di mediasi tadi saja. Tapi faktanya saat kejadian, jelas mereka menolak kami dan meminta jaminan sebesar Rp15 juta baru bayi saya bisa dirawat,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, bahwa ia kecewa atas hasil dari mediasi tersebut, yang dimana pihak RS menolak untuk disalahkan dan malah balik berdalih memojokkan dirinya.

“Saya hadir datang sendiri dan tidak ditemani siapapun, disitu saya merasa seperti diserang,” ujarnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here