Kadisdik Kepri Bantah Terlibat Korupsi Uang SPP SMKN 7 Batam

Kadisdik Kepri , Muhammad Dali

Batamxinwen, Batam – Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dali membantah tudingan jika dirinya terlibat dalam kasus korupsi dana Sumbangan Pembinaan Pembangunan Tahun Ajaran 2018-2019, yang menjerat mantan bendahara pembantu SMKN 7 Batam berinisial Po (24). Kasus ini tengah ditangani Unit Tipikor Polresta Barelang.

“Tidak benar. Saya juga tidak tahu mengapa Po memberikan keterangan seperti itu dan atas dasar apa? karena itu telah keluar jalur dari kasus Po itu sendiri,” ujarnya, Senin (21/6/2021).

Namun, Dali mengaku jika ia sudah dimintai keterangan oleh polisi terkait keterangan yang Po yang menyeret namanya. Ia justru mempersilahkan pihak Po untuk membuktikan pernyataannya itu.

Padahal kata dia, terkait dengan kasus tersebut pihaknya telah memberikan keterangan kepada piha Kepolisian. Kalaupun pihak dari, Po mau membuktikan dengan pembuktian sepihak ia mempersilahkan hal tersebut. Bagkan, ia menduga ada kepentingan orang lain yang sengaja mengarahkan pemberitaan yang memojokkannya.

“Tapi suatu hal yang pasti semua yang dikatakan itu tidak benar. Ini perlu saya tegaskan karena saya sama sekali tidak memiliki akses apapun untuk berhubungan dengan Po hingga bisa bertransaksi seperti itu. Saya juga tidak ada pernah menerima apapun dari siapapun yang disebut-sebutkan dalam pemberitaan tersebut,” sambungnya.

Disinggung mengani kasus yang menjerat mantan pegawainya tersebut, Muhammad Dali mengaku pihaknya tentu sangat menyayangkan karena memang, kata dia, Po itu seorang pegawai honorer di SMKN 7 Batam yang telah diberikan tanggungjawab dan kepercayaan terhadap pekerjaannya.

“Saya juga tidak tahu karena prosesnya bergulir cukup lama. Di pertengahan jalan saya baru tahu bahwa Po sudah berhenti bekerja sebagai pegawai honorer di SMKN 7 Batam. Mungkin dia mau mencari pekerjaan lain. Nah dari situlah baru ketahuan ada selisih dari tanggungjawab yang ia setorkan. Jadi klarifikasi saya pada pihak SMKN 7 Batam itu pada waktu itu saya katakan bahwa semua yang tercatat itu ada di dalam buku milik Po sendiri, dan dari bukti-bukti itulah yang dijadikan alat oleh pihak Kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut,” jelasnya.

Maka dari itu, kata dia, pihaknya tidak bisa berkomentar terlalu banyak mengenai kasus tersebut, karena sudah masuk dalam ranah aparat penegak hukum. Namun demikian, Dali juga turut prihatin terkait kasus yang menjerat Po. (Shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here