Kadisduk Pastikan KTP Omar Faruk Palsu

BATAMXINWEN.COM — Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil(Disdukcapil) Kota Batam Said Haidar memastikan bahwa KTP Batam yang dimiliki WNA Banglades Omar Faruk Palsu alias Bodong.

“Setelah kita cek didata base kita tidak ada nama yang bersangkutan,” Kata Said Haidar melalui sambungan selularnya. Selasa(07/02/2019).

Kata Dia, pihaknya akan terus melakukan menelusuri asal pemalsuan indetitas tersebut dan saat itu Disduk sudah kehabisan blanko satu bulan sebelumnya. Jadi kami masih telusuri dari mana didapat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Omar Faruk warga negara Bangladesh dapat memiliki Kartu Tanda Penduduk(KTP) Batam diduga dengan membayar 100 Ringgit Malaysia oknum petugas sipil Batam.

Untuk itu, Pengawasan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) kembali dipertanyakan. Pasalnya, Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun menemukan adanya Warga Negara Asing (WNA) memiliki KTP.

Seorang warga negara Bangladesh yang diamankan petugas imigrasi pada Selasa (31/1/2017) lalu, Muhammad Omar Faruk ternyata memiliki KTP Kota Batam dengan alamat Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar.

“Pada Omar Faruk ini kita temukan KTP Kota Batam,” kata Kepala Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Ari Yuliansa DP, Senin (6/1/2017).

Mengenai temuan ini, menurut Mas Ari, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Batam perihal keaslian KTP elektronik yang dikeluarkan pada tanggal 15 November 2016 lalu itu.

“Kita sedang koordinasi dengan Disdukcapil,” ujarnya.

Sementara itu Omar Faruk yang diwawancarai mengaku memperoleh KTP tersebut seorang bekas TKI di Malaysia bernama Hanoi. Ia mengatakan baru menerima KTP dua hari sebelum ditangkap petugas Imigrasi.

“Hanoi itu dulu bekerja di Malaysia. Saya jumpa di Batam dua hari sebelum ke Tanjungbalai Karimun,” ujarnya.

Kepada Hanoi, Omar Faruk membayar sebesar 100 ringgit Malaysia untuk biaya pengurusan. Pada KTP tersebut tempat tanggal lahir Omar Faruk dipalsukan menjadi kelahiran Aceh Pidie Jaya.

“Dia bilang saya bisa pakai di Indonesia. Saya tidak paham ini asli atau tidaknya,” ujarnya lagi.(red/tan/prb).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini