Kalung Anti Corona Kementan Ditanggapi dengan Tagar #kalungantibego

kalung corona
Ragam produk dari minyak kayu putih yang ditengarai mampu menahan penyebaran Covid-19. (sumber: iNews.id)

Batamxinwen – Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim menemukan kalung anti corona yang berasal dari kayu putih. Kalung tersebut siap diproduksi secara massal pada Agustus mendatang. Namun, beragam tanggapan datang warganet.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan), ada kandungan dalam pohon kayu putih yang disebut eucalyptus. Kandungan ini dipercaya dapat mematikan virus corona.

Kunjungan Wisatawan Asing ke Batam Naik Selama Mei 2020

Syahrul mengatakan, tidak semua kayu putih memiliki kandungan yang dapat mematikan virus tersebut. Dari sekitar 700 jenis pohon kayu putih, hanya satu saja yang bisa.

“Kalung anti virus ini dari hasil Balitbangtan, berasal dari pohon kayu putih dan itu juga ada beberapa jenis, tapi ada satu jenis yang bisa mematikan corona, ini hasil lab kita dan hasilnya ini mematikan atau anti virus,” ujar Syahrul dalam video yang disiarkan di Youtube, Sabtu (4/7/2020).

Jika kalung anti corona ini dipakai selama 15 menit, kata dia, bisa membunuh 42 persen virus. Sementara jika dipakai selama 30 menit maka sekitar 80 persen virus corona di tubuh manusia akan terbunuh.

Korea Utara Tolak Berunding Lagi dengan AS

“Kalau nggak yakin coba aja. Ini sudah dicoba jadi membunuh, kalau kontak itu dari 5 menit dia bisa membunuh virus sebanyak 42 persen. Kalau setengah jam maka dia membunuh virus 80 persen,” ujarnya.

Dalam video tersebut, terlihat Syahrul dan beberapa pejabat Kementan mengenakan kalung tersebut. Bahkan, Syahrul juga memberikannya kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Di kemasan luar kalung antivirus, kata dia, terdapat lubang sehingga ketika dipakai langsung mengeluarkan aroma eucalyptus yang kuat. Aroma itulah yang diyakini bisa membunuh corona.

Video itu pun menjadi perbincangan warganet. Di Twitter, komentar terhadap informasi itu kemudian dibarengi dengan tagar #kalungantibego. Tidak sedikit juga komentar dengan nada mengolok-olok.

“Maksudnya ini gimana ya, emangnya kalau udah pake kalung ini terhindar dari corona, Ya Allah kenapa negeri ini suka bercanda, bercanda nya jelek, #KalungAntiBego,” tulis akun @aryaput07.

“There is a strong reason why i dont put my country’s name in any of my public bio. #KalungAntiBego,” tulis Herb Intan_Widia.

WHO Rilis Kronologi Virus Corona Covid-19, Ternyata Bukan dari Wuhan

“Mau dong #KalungAntiBego Becanda mulu ini pemerintah Kalo gak becus gak usah maksain mening pada mundur dah sbelum makin ancur negara aing,” tulis @Kahfi_Ananda00.
“Ngapain sih mentan ini ngurusin kalun, kan harusnya Mentan itu ngurujin haji sma pendidikan #Kalunganti bego,” tulis akun @donie4340.

Meski demikian, di masa pandemi ini memang dibutuhkan suatu terobosan untuk mengurangi dampak korban Covid-19. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here